Kamis, 28 Mei 2015

Atau, cintaku salah?

Dari dulu memang seperti ini. Susah rasanya untuk benar-benar mencintai kamu (lagi). Terlalu sulit hatiku untuk kembali percaya padamu. Sebab, sudah teramat sering kamu mengulangnya, lagi lagi dan lagi. Harus berapa kali aku teriak di samping telingamu, kalau aku sakit. Selalu saja kamu menganggapku tak ada. Kamu pikir aku tak punya hati? Tak punya perasaan?

Hatiku tak mati sepertimu.

Mengapa begitu sulit memahamimu?
Atau, cintaku salah?

Rabu, 27 Mei 2015

Seperti apa sayangmu, Dek?

Aku terlalu takut untuk memulai semuanya dari awal lagi, Sebab, sudah terlalu jauh aku meninggalkan kamu. Dan kamu, sudah terlalu tak peduli akan aku. saat kamu meneriakkan namaku, aku menoleh. Dan seketika itu juga semua memori seakan menari. Ternyata aku lelah berjalan sendiri. Aku ingin kamu mengejarku, berjalan disampingku. Tapi entah, rasanya tak mungkin. Aku terlalu egois bukan?

Malam ini, kita bercerita dalam diam. Hanya cukup saling memandang. Sebab mata telah menjelaskan semua. Betapa hari-hari kita menjadi sepi. Betapa kita sama-sama saling merindu. Dan, sama-sama saling menyayangi. Rasa sayangku, tetap akan sama seperti dulu. Rasa sayangmu juga masih seperti dulu kan, Dek?