Kita sudah berapa lama kenal ya? Setahun atau Dua tahun? Ah, aku tak peduli seberapa lama kita kenal, yang pasti aku menyayangimu sama seperti aku menyayangi adik perempuanku.
Masih ingat saat pertama kali kita kenal? Semoga kamu sudah lupa, agar aku tak merasa bersalah karena sesungguhnya aku lupa bagaimana awal perkenalan kita. Aku hanya ingat, bahwa kita dipertemukan Tuhan di suatu tempat, yang dulu kita sebut sebagai Dunia kedua. Dunia yang membuat kita tak memandang harta dan fisik, sebab kita bertemu sebelum tubuh kita saling bersentuh, bukan?
Bagaimana mungkin, kita bisa sedekat itu hanya dengan via aplikasi chat? Kalau bukan tangan Tuhan yang mengaturnya. Bagaimana mungkin, kita saling percaya menceritakan kehidupan kita masing-masing, kalau Tuhan sama sekali tak berkehendak.
Masihkah kamu mengunjungi Dunia kedua kita? Dunia yang dulu ku kunjungi saat moodku sedang tidak baik. Dunia yang dulu ku kunjungi saat bosan melanda. Dunia yang sekarang, sudah tak lagi kupijak. Aku sengaja melupakannya. Tetapi, tidak dengan kamu.
Doaku ditanggal ini, semoga kamu selalu diberi kesehatan olehNya. Semoga setiap usaha yang kamu lakukan untuk menempuh pendidikan di kota orang, selalu di beri keberkahan yaa Uti, agar tak ada alasan untukmu mengeluh pada kedua orangtuamu. Semoga selalu hal-hal baik yang selalu dilimpahkanNya. Semoga semakin menjadi wanita mandiri, kuat, baik hati dan tetap cantik dengan mata sipitmu. Semoga semoga lainnya, biarkan kusimpan bersama Tuhan ya, Dek.
Tak ada hadiah istimewa, sama seperti tahun lalu. Tetapi, semoga di hari-hari mendatang, Tuhan memberikan sebuah kejutan untukmu melalui aku.
Lusa, ketika kamu sudah menetap di kota orang, kamu harus bisa membuktikan kepada semua, bahwa kamu bisa. Rajin mandi yaa Uti disana, hihi...
I will always care for you even when we can't be together either when we are far away from each other...
I will always care for you even when we can't be together either when we are far away from each other...
P.s : Selamat ulang tahun (sekali lagi), untuk Raden Roro Gusti Sekar Mutia Ulfah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar