Rabu, 25 April 2018

Review Buku: Then & Now (Dulu & Sekarang) #Part 2

 

Judul Buku : Then & Now (Dulu & Sekarang)
Pengarang : Arleen A
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan, pertama kali : Jakarta, 2017
Cover Design : Martin DIma
Editor : Dini Novita Sari
Tebal : 344 Halaman, 20 cm
ISBN : 978-602-03-5128-5

Sinopsis :

Ruita
Gadis dari suku telinga pendek. Ia tidak menyukai suku telinga panjang, apalagi kalau harus bekerja pada mereka. Tapi lalu ia melihat mata itu, mata seorang lelaki suku telinga panjang yang sorotnya seolah dapat melihat kedalaman hati Ruita.

Atamu
Ia tidak pernah menyangka akan jatuh hati pada gadis dari suku lain yang lebih rendah derajatnya. Tapi apalah arti kekuatan lelkau berusia enam musim panas bila dihadapkan pada akhir yang lama tertulis sebelum dunia diciptakan?

Rosetta
Ia punya segalanya, termasuk kekasih yang sempurna. Tapi ketika dilamar, ia menolak tanpa tahu alasannya. Ia hanya tahu hatinya menantikan orang lain, seseorang yang belum dikenalnya.

Andrew
Ia hanya punya enam bulan untuk mencari calon istri, tapi ia tak tahu dari mana harus memulai sampai ia melihat seorang gadis berambut merah. Dan begitu saja, ia tahu ia akan melakukan apa pun untuk mendapatkan gadis itu.

Ini kisah cinta biasa: tentang dua pasang kekasih yang harus berjuang demi cinta. Namun, bukankah tidak pernah ada kisah cinta yang biasa?

Minggu, 22 April 2018

Yes, I am Abibliphobia!



Masih membahas tentang Abiblophobia yang sudah kubahas beberapa minggu lalu di blog sebelumnya. Dan sepertinya, sekarang aku sudah menyadari bahwa aku benar-benar terkena phobia Abibliphobia. Dimana aku takut sekali kalau saja, tidak punya bacaan baru. Sehingga, selalu kalap membeli dan membeli lagi novel yang baru, meski novel sebelumnya masih banyak sekali yang belum kubaca.

Kalau minggu lalu ada sekitar 15 novel yang kubeli ditahun 2016 dan sampai tahun 2018 belum juga selesai kubaca (baca: Abibliphobia? Maybe), kali ini aku ingin membongkar novel apa saja yang kubeli tahun 2017 dan belum kubaca sampai di bulan keempat tahun 2018.

Novel apa saja ya kira-kira?

Sabtu, 14 April 2018

Gudang Tumpah Ruah


Heyhooo.... Apa kabar kamu di sabtu yang cerah ini? Semoga sedang bahagia ya. Karena katanya, segala kebaikan-kebaikan akan memeluk kita kalau kita dalam keadaan penuh rasa bahagia. Kayak aku yang lagi bahagia karena akhirnya punya waktu juga untuk buka laptop dan menulis. Nulis apa yaa yang enak? Review novel lagi? Nanti dulu deh ya. Mood buat ngereviewnya belum ada nih, hehe.

Gimana kalau aku cerita saja? Cerita kalau kemarin minggu, tanggal 8 April 2018, aku pergi ke acara Gudang Tumpah Ruah di daerah Pancoran. Tepatnya di Gudang Sarinah Ekosistem. Ini acara keren banget sih, serius. Disini kita bisa menikmati pilihan tenant dari barang-barang yang sangat variatif dengan harga ekonomis. Banyak barang-barang hand made unik dan barang-barang keren; ada beberapa yang second dan banyak juga yang baru.

Sayangnya, karena terlalu excited dengan barang-barang hand made unik yang kutemukan, aku nggak kepikiran untuk ambil foto booth-booth yang ada disana. Sibuk ubek-ubek barang yang mau dibeli. Kamu penasaran nggak aku beli apa saja? Nggak ya? Yaudah deh, aku kasih tahu yang penasaran aja.

Senin, 02 April 2018

Abibliphobia? Maybe.

Abibliophobia
(n) rasa takut tidak punya bahan bacaan

Phobia satu ini adalah kebiasaan menimbun banyak buku dan tidak ingin kehabisan bahan bacaan. Di sebuah artikel, dijelaskan bahwa biasanya seseorang yang mengalami abibliophobia ini sangat suka menimbun buku, walaupun banyak buku yang belum dibaca. Mereka yang menderita Abibliophobia, akan merasa sangat frustasi kalau sampai tidak punya bahan yang mau dibaca.

Kayaknya, aku kena phobia yang satu ini deh. Karena, aku lebih suka menimbun buku dibanding membaca buku yang sudah dibeli. Jangan ditanya buku apa saja yang belum di baca. Karena super banyak. Mau tau?