Minggu, 03 Juli 2016

Berbahagialah, Sayang


Teruntuk kamu..

Selepas kamu pergi dengan diam, aku menyadari ada sesuatu yang telah terjadi. Sesuatu yang salah.

Maafkan aku kalau sampai detik ini aku masih saja harus banyak belajar memahami. Memahami bahwa untuk membuatmu bahagia harus dengan tegas membunuh egoisku. Memahami bahwa untuk tidak mengecewakanmu harus dengan tegas memupus keputusanku.

Tetapi, apa aku salah mengungkapkan apa-apa yang sungguh berada dihatiku? Apa aku harus berbasa-basi untuk membohongimu? Berpura-pura menyukai sesuatu hal hanya untuk membuatmu tersenyum?

Sungguhkah kamu butuh kebohongan-kebohongan kecil seperti itu?

Sayaaaang, aku hanya ingin kamu mengerti. Bahwa ada banyak kepura-puraan yang terjadi diluar sana. Dan aku, tidak ingin menjadi bagian segala hal diluar sana. Aku ingin kamu bahagia dengan sebegininya aku. Dengan kebodohan-kebodohan yang kadang menyakitimu. Dengan senyuman yang kadang memudar saat marah padamu.

Sayang, berbahagialah denganku bersama kedunguanku yang tidak mudah memahamimu.

Kamis, 31 Maret 2016

Mungkin berhenti adalah bahagiaku


Aku terbangun dengan perasaan baru yang kumiliki. Perasaan lain diluar rasa cinta dan sayang yang kupunya, tetapi masih untukmu. Perasaan benci yang tak bisa ku jelaskan padamu, didepanmu. Aku masih sulit menerka, seberapa besar rasa benciku padamu. Rasa benci yang selalu bisa kau gagalkan dengan hanya menatap mataku. Selemah inikah perasaanku, meski luka telah menguatkan hatiku.

Pernahkah kamu berpikir, sayang. Bahwa mendua bukanlah keputusan paling baik untuk menghilangkan rasa lain di hubungan kita? Rasa lain yang kau sebut sebagai rasa jenuh itu. Rasa lain yang membuat hatiku terluka. Rasa lain yang membuatmu membenarkan kesalahanmu.

Tahukah kamu, sayang? Bahwa aku mati-matian menahan egoku untuk tidak berpaling darimu, dari ketidakpunyaan banyak hal didalam dirimu? Aku bertahan denganmu dengan rasa cinta yang selalu kubangun di setiap pagi dan selalu ku pupuk di setiap malam.

Tak lagi kutemukan bahagiaku pada dirimu. Meski, cinta ini masih luar biasa besarnya untukmu.

Jika mendua adalah bahagiamu, mungkin berhenti adalah bahagiaku.