Senin, 28 November 2016

Review Buku : The Baby-Sitters Club #1



The Baby-Sitters Club: Kristy’s Great Idea (Kristy dan Ide Gemilangnya)
Pengarang : Ann M. Martin
Alih Bahasa : Yoana Niza Magas
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan, pertama kali : Jakarta, Februari 1992
Cover Design : Dale Dyer
Tebal : 176 Halaman, 20 cm
ISBN : 979-511-345-3


Kumpul-kumpul sambil
menjaga anak—asyik, kan?


Menurut Kristy, Baby Sitters Club adalah ide yang bagus. Dia dan teman-temannya, Claudia, Stacey, dan Marry Ane, sama-sama senang menjaga anak-anak. Dengan membentuk klub, mereka berkesempatan untuk menambah pengalaman—sekaligus mendapatkan tambahan uang saku.

Tapi mereka tidak menyangka akan menghadapi masalah-masalah seperti telepon iseng, anak-anak berumur dua tahun yang sukar diatur, binatang-binatang peliharaan yang liar dan orangtua yang tidak selalu berterus terang. Kecuali itu masih ada Stacey, yang semakin lama semakin misterius. Membentuk Baby-Sitters Club ternyata tidak semudah yang diduga, tapi Kristy dan teman-temannya tidak mau menyerah sebelum berhasil!

________________________________________________________________________________

Kristy Thomas—memliki sifat yang jika menurutnya ada yang perlu ia katakan, maka ia akan mengatakannya. Kalau menurutnya ada yang perlu ia lakukan, maka ia akan melakukannya. Meski dengan begitu ia seringkali mendapatkan masalah dan kesulitan. Seperti saat siang yang panas itu, ketika jam pelajaran IPS yang diisi oleh Pak Redmont telah usai, Kristy dengan begitu gembiranya, melompat dan berseru “Horee!” yang pada akhirnya, menurut Pak Redmont, Kristy seperti tak memiliki tata krama. Dan, Kristy menyesali itu.

Orangtua Kristy telah bercerai. Setelah bercerai, Papa Kristy pergi ke California dan menikah lagi. Papanya juga tidak mengirimi uang tunjangan yang cukup untuk Kristy dan saudara-saudaranya. Oleh karena itu, Mama Kristy terpaksa berkerja sehari penuh untuk membiayai anak-anaknya. Sudah empat bulan Mama Kristy berkencan dengan Watson—duda dengan dua anak kecil. Kristy tidak pernah memberikan kesempatan pada semua laki-laki yang berkencan dengan mamanya, termasuk Watson. Menurutnya, segala yang ia miliki saat itu, sudah membuatnya merasa cukup dan bahagia. Itulah mengapa Kristy tidak pernah mau bersikap ramah kepada Watson.

Marry Anne—sahabat Kristy Thomas. Rumah mereka bersebelahan. Keduanya, sama-sama memliki rambut cokelat panjang yang melebihi bahu dan termasuk pendek untuk gadis seusia mereka. Kalau Kristy type gadis yang banyak bicara, berbalik terbalik dengan Marry Anne yang sangat pendiam dan pemalu. Tetapi Marry Ane dikenal sebagai teman yang menyenangkan. Marry Anne hanya tinggal berdua dengan Ayahnya selepas ibunya meninggal karena sakit kanker ketika Marry Anne masih bayi, dan ia tidak memiliki saudara lain, baik laki-laki maupun perempuan.

Claudia Kishi—juga sahabat Kristy Thomas dan Marry Anne. Claudia tinggal di seberang jalan, persis didepan rumah Kristy Thomas. Claudia sangat suka seni dan selalu mengikuti les kesenian, ia seringkali mengurung diri didalam kamar untuk melukis, menggambar atau membaca cerita-cerita misteri. Claudia jauh lebih dewasa dibandingkan dengan Kristy dan Marry Anne.

________________________________________________________________________________

P.s :

Saat pertama kali membaca buku serial The Baby-Sitters Club ini, saya masih duduk di bangku SMP. Rasanya, sampai sekarang buku ini masih menjadi salah satu bacaan masa kecil terfavorit setelah buku-buku karangan Enid Blyton.

Secara keseluruhan, saya sangat menyukai keempat karakter anggota The Baby-Sitters Club ini. Tetapi kalau dipaksa untuk memilih, siapa yang paling saya suka, tentu saya akan memilih Kristy Thomas. Kenapa? Karena di keseluruhan cerita serial yang pertama ini, Kristy yang paling mendekati dengan karakter saya. Frontalnya terutama. Saya juga sering mendapatkan masalah karena kefrontalan saya itu.

Kembali kepada persahabatan mereka, saya sangat suka. Persahabatan mereka sangat produktif. Tidak melulu berkumpul-kumpul hanya untuk bergosip atau membahas laki-laki saja. Mereka saling memahami satu sama lain. Saling terbuka. Dan, saling memaafkan. Karakter-karakter mereka sungguh sangat melengkapi.

Saya juga sangat suka cara pengarang menyajikan setiap konflik keluarga di dalam serial ini. Semuanya terasa pas untuk dibaca anak usia 10-14 tahun—menurut saya. Bahkan, saya juga banyak  mengambil poin-poin penting untuk menghadapi setiap masalah dari serial ini.

Saat mereview buku ini, saya sudah membacanya sebanyak belasan kali. Dan, tanpa bosan.
________________________________________________________________________________

Tentang Pengarang :
ANN M. MARTIN dibesarkan di Princeton, New Jersey, dan hobinya memang menjaga anak-anak. Tak terhitung jumlah anak yang dijaganya semasa remaja. Tapi sekarang “anak asuh”-nya cuma Mouse, kucing manis yang menemaninya tinggal di sebuah apartemen di Manhattan.

Seri The Baby-Sitters Club, karangannya ini ngetop berat di mana-mana, dan sudah terjual 46 juta eksemplar. Jilid pertama ditulisnya pada tahun 1986; bulan Mei 1992 akan terbit jilid ke-54! Seri ini punya “adik”, lho. Namanya Baby-Sitters Little Sister, yang pada bulan Mei mendatang mencapai 28 judul dan sudah terjual tujuh juta eksemplar. Malah sekarang ada lagi empat judul The Baby-Sitters Club Mystery. Kedua seri ini pun akan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

Oh ya, Ann M. Martin adalah lulusan Smith College dan pernah menjadi editor buku anak-anak. Dia suka es krim, jalan-jalan ke pantai, nonton I Love Lucy, dan paling sebal kalau disuruh masak!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar