The Baby-Sitters Club:
Kristy’s Great Idea (Kristy dan Ide Gemilangnya)
Pengarang : Ann M.
Martin
Alih Bahasa : Yoana Niza
Magas
Penerbit : PT Gramedia
Pustaka Utama
Diterbitkan, pertama
kali : Jakarta, Februari 1992
Cover Design : Dale Dyer
Tebal : 176 Halaman, 20
cm
ISBN : 979-511-345-3
Kumpul-kumpul sambil
menjaga anak—asyik, kan?
Menurut Kristy, Baby Sitters Club
adalah ide yang bagus. Dia dan teman-temannya, Claudia, Stacey, dan Marry Ane,
sama-sama senang menjaga anak-anak. Dengan membentuk klub, mereka berkesempatan
untuk menambah pengalaman—sekaligus mendapatkan tambahan uang saku.
Tapi mereka tidak menyangka akan menghadapi
masalah-masalah seperti telepon iseng, anak-anak berumur dua tahun yang sukar
diatur, binatang-binatang peliharaan yang liar dan orangtua yang tidak selalu
berterus terang. Kecuali itu masih ada Stacey, yang semakin lama semakin
misterius. Membentuk Baby-Sitters Club ternyata tidak semudah yang diduga, tapi
Kristy dan teman-temannya tidak mau menyerah sebelum berhasil!
________________________________________________________________________________
Kristy Thomas—memliki sifat yang
jika menurutnya ada yang perlu ia katakan, maka ia akan mengatakannya. Kalau
menurutnya ada yang perlu ia lakukan, maka ia akan melakukannya. Meski dengan
begitu ia seringkali mendapatkan masalah dan kesulitan. Seperti saat siang yang
panas itu, ketika jam pelajaran IPS yang diisi oleh Pak Redmont telah usai,
Kristy dengan begitu gembiranya, melompat dan berseru “Horee!” yang pada
akhirnya, menurut Pak Redmont, Kristy seperti tak memiliki tata krama. Dan,
Kristy menyesali itu.
Orangtua Kristy telah bercerai.
Setelah bercerai, Papa Kristy pergi ke California dan menikah lagi. Papanya
juga tidak mengirimi uang tunjangan yang cukup untuk Kristy dan
saudara-saudaranya. Oleh karena itu, Mama Kristy terpaksa berkerja sehari penuh
untuk membiayai anak-anaknya. Sudah empat bulan Mama Kristy berkencan dengan Watson—duda
dengan dua anak kecil. Kristy tidak pernah memberikan kesempatan pada semua
laki-laki yang berkencan dengan mamanya, termasuk Watson. Menurutnya, segala
yang ia miliki saat itu, sudah membuatnya merasa cukup dan bahagia. Itulah
mengapa Kristy tidak pernah mau bersikap ramah kepada Watson.
Marry Anne—sahabat Kristy Thomas.
Rumah mereka bersebelahan. Keduanya, sama-sama memliki rambut cokelat panjang
yang melebihi bahu dan termasuk pendek untuk gadis seusia mereka. Kalau Kristy
type gadis yang banyak bicara, berbalik terbalik dengan Marry Anne yang sangat
pendiam dan pemalu. Tetapi Marry Ane dikenal sebagai teman yang menyenangkan.
Marry Anne hanya tinggal berdua dengan Ayahnya selepas ibunya meninggal karena
sakit kanker ketika Marry Anne masih bayi, dan ia tidak memiliki saudara lain,
baik laki-laki maupun perempuan.
Claudia Kishi—juga sahabat Kristy
Thomas dan Marry Anne. Claudia tinggal di seberang jalan, persis didepan rumah
Kristy Thomas. Claudia sangat suka seni dan selalu mengikuti les kesenian, ia
seringkali mengurung diri didalam kamar untuk melukis, menggambar atau membaca
cerita-cerita misteri. Claudia jauh lebih dewasa dibandingkan dengan Kristy dan
Marry Anne.
________________________________________________________________________________
P.s :
Saat pertama kali membaca buku
serial The Baby-Sitters Club ini, saya masih duduk di bangku SMP. Rasanya,
sampai sekarang buku ini masih menjadi salah satu bacaan masa kecil terfavorit
setelah buku-buku karangan Enid Blyton.
Secara keseluruhan, saya sangat
menyukai keempat karakter anggota The Baby-Sitters Club ini. Tetapi kalau
dipaksa untuk memilih, siapa yang paling saya suka, tentu saya akan memilih
Kristy Thomas. Kenapa? Karena di keseluruhan cerita serial yang pertama ini,
Kristy yang paling mendekati dengan karakter saya. Frontalnya terutama. Saya
juga sering mendapatkan masalah karena kefrontalan saya itu.
Kembali kepada persahabatan mereka,
saya sangat suka. Persahabatan mereka sangat produktif. Tidak melulu
berkumpul-kumpul hanya untuk bergosip atau membahas laki-laki saja. Mereka
saling memahami satu sama lain. Saling terbuka. Dan, saling memaafkan.
Karakter-karakter mereka sungguh sangat melengkapi.
Saya juga sangat suka cara pengarang
menyajikan setiap konflik keluarga di dalam serial ini. Semuanya terasa pas
untuk dibaca anak usia 10-14 tahun—menurut saya. Bahkan, saya juga banyak mengambil poin-poin penting untuk menghadapi
setiap masalah dari serial ini.
Saat mereview buku ini, saya sudah membacanya sebanyak belasan kali. Dan, tanpa bosan.
Saat mereview buku ini, saya sudah membacanya sebanyak belasan kali. Dan, tanpa bosan.
________________________________________________________________________________
Tentang Pengarang :
ANN M. MARTIN dibesarkan di
Princeton, New Jersey, dan hobinya memang menjaga anak-anak. Tak terhitung
jumlah anak yang dijaganya semasa remaja. Tapi sekarang “anak asuh”-nya cuma
Mouse, kucing manis yang menemaninya tinggal di sebuah apartemen di Manhattan.
Seri The Baby-Sitters Club,
karangannya ini ngetop berat di mana-mana, dan sudah terjual 46 juta eksemplar.
Jilid pertama ditulisnya pada tahun 1986; bulan Mei 1992 akan terbit jilid
ke-54! Seri ini punya “adik”, lho.
Namanya Baby-Sitters Little Sister, yang pada bulan Mei mendatang mencapai 28
judul dan sudah terjual tujuh juta eksemplar. Malah sekarang ada lagi empat
judul The Baby-Sitters Club Mystery. Kedua seri ini pun akan diterbitkan oleh
Gramedia Pustaka Utama.
Oh ya, Ann M. Martin adalah lulusan
Smith College dan pernah menjadi editor buku anak-anak. Dia suka es krim,
jalan-jalan ke pantai, nonton I Love
Lucy, dan paling sebal kalau disuruh masak!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar