Senin, 23 Oktober 2017

Review Buku : Forever Monday

Judul Buku : Forever Monday
Pengarang : Ruth Priscilia Angelina
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan, pertama kali : Jakarta, 2014
Cetakan kedua : April 2017
Cover Design : Orkha Creative
Tebal : 320 Halaman, 20 cm
ISBN : 978-602-03-4621-2

Sinopsis :

Bagi Ingga, Senin adalah segala-galanya. Dia takkan mau menukar Senin miliknya untuk apa pun. Karena hanya pada hari itu dia bisa menjadi pacar Eras, playboy berhati dingin yang mengasuh dia dan adiknya setelah ayahnya mereka meninggal beberapa tahun lalu.

Kemudian Kale datang ke hidupnya. Pemuda nekat itu memperkenalkan hari-hari lain kepadanya, mengajarinya cara bersenang-senang dan menyayangi diri sendiri. Tidak seperti Eras, Kale yang hangat membuat hatinya jungkir balik, memorakporandakan dunianya dengan semua bentuk kasih sayang yang aneh.

Namun, apakah itu semua cukup bagi Ingga untuk melepaskan Eras dan Senin miliknya? Akankah cinta buta membuat Ingga bertahan meski Eras memiliki banyak rahasia yang mampu menghancurkan gadis itu dan semua orang yang disayanginya? 

Dunia punya begitu banyak suara indah.
Saya suka suara ibu, bisingnya orang lalu lalang, gesekan pulpen diatas kertas dan suara sahabat yang berseru heboh saat bermain playstation dengan saya.
Tapi, ada satu suara yang paling saya suka. Suara detak jantung kamu.
−Eras Uparengga

Forever Monday mengenalkan sosok Eras, Ingga, Kale dan Rara. Eras yang dingin karena masa kecilnya yang sangat menyakitkan. Ingga yang resah akan hidup dan rasa cintanya. Kale yang kehilangan akal menunggu cintanya terbalas. Dan, Rara yang putus asa karena ayahnya. Masing-masing memiliki masa lalu yang akhirnya menjadi pribadi keras yang saling membutuhkan satu sama lain .

Ingga dan Rara adalah boneka-boneka hidup. Cantik dan mati.

Eras dan Kale adalah tokoh sempurna yang membuat pembaca—seperti saya, ingin memilikinya. Mereka berdua adalah simbol kekayaan, ketampanan, dan kesombongan. Mereka punya segalanya. Keduanya adalah playboy berumur dua puluh enam tahun yang saling membenci satu sama lain karena kesalahpahaman di masa silam.

“Aku mau semua cinta kamu. Tunggu ya. Aku buktiin pelan-pelan. Jangan ke Eras dulu. Dia nggak akan jaga kamu sebaik aku jaga kamu.” –Kale, hlm 189.

Bagian terbaik yang membuat saya ikut senyum-senyum sendiri adalah ketika Ingga dan Kale di Beijing. Memiliki laki-laki seperti Kale, siapa sih yang tidak mau? Kale yang romantis. Kale yang lembut. Kale yang penuh kejutan. Kale yang gila. Kale yang lemah saat perempuannya terluka. Kale yang sempurna. Hanya saja, Ingga terlalu mencintai Eras. Cintanya tak berubah sedikitpun meski cintanya pada Kale mulai tumbuh.

Forever Monday, membuat saya belajar tentang arti sabar dalam mencinta. Setia pada pilihan. Sayang selagi utuh. Menerima masalalu dengan maaf. Dan kuat untuk melalui hidup. Penulis berhasil mengaduk-aduk emosi saya. Ada dimana saya ingin menjadi perempuan seperti Ingga, tetapi tidak ingin menjalani hidup seperti Ingga. Ada dimana saya ingin memiliki rasa sayang sebesar Rara menyayangi Ayahnya, tetapi tidak ingin memiliki Ayah seperti Ayahnya. Ada dimana saya ingin memiliki Eras dan Kale, tetapi tidak ingin berada ditengah-tengah mereka.

Saya menyukai cara penulis mengakhiri cerita rumit ini, meski tempo cepatnya tidak memudahkan saya menerka akhir ceritanya. Keterpautan tokoh yang satu dengan yang lainnya, membuat saya gregetan. Penulis juga berhasil menyampaikan rasa sayang semua tokoh didalamnya meski dengan dialog kasar penuh kebencian sekalipun. Dan, Kale adalah yang terfavorit.

Beberapa quotes yang saya favoritkan :

Percayalah, tinggal dengan orang yang nggak pernah peduli sama lo rasanya lebih buruk dibandingkan tinggal sendirian. (Hlm 73)

Cinta dan kasih sayang itu hanya dua hal fantasi yang tak pernah memberikannya kenangan manis. Di ingatannya, cinta dan kasih sayang itu Cuma sebelah tangan. Tak ada yang menyayangi dan mencintainya balik. (Hlm 137)

Ia jatuh cinta pada sesuatu yang sarat harapan. Karena ia datang membawa sebuah harapan. (Hlm 228)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar