Judul Buku
: Goodnight Kiss (Ciuman Selamat Malam)
Seri Fear
Street Super Chiller
Pengarang
: R. L. Stine
Penerbit :
PT Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan,
pertama kali : Jakarta, Oktober 1999
Alih Bahasa
: Anastasia Mustika W
Tebal : 256
Halaman, 18 cm
ISBN : 979-655-381-3
Sinopsis :
CIUMAN
YANG DIDAMBAKAN SETENGAH MATI…
Matt Bersama
pacarnya, April, dan sahabatnya, Todd, menunggu-nunggu datangnya musim panas
yang cerah dan gembira di pantai. Tapi sejak makhluk-makhluk kegelapan
mengacaukan pantai, mereka terjebak di dalam dunia malam tanpa akhir yang
menakutkan.
“Apa yang
terjadi pada April dan Todd?” Matt penasaran.
“Kenapa
mereka sangat pucat, sangat lemah, sangat… berubah?”
Sepasang
luka berlubang kecil di leher mereka memberikan bukti kepada Todd.
Kelelawar-kelelawar berbahaya yang melayang-layang di atas pantai itu
menawarkan sesuatu yang lain.
April terpikat
oleh ciuman-ciuman seorang cowok lain—aneh, ciuman-ciuman memabukkan itu
membuatnya lemas, dan mendambakannya lagi. Ciuman-ciuman vampire.
Dapatkah
Matt menyelamatkan April tepat pada waktunya?
Tapi ia
menyadari ciuman selamat malam April yang berikutnya mungkin menjadi ciuman
terakhirnya.
Ciuman
pertama mereka mungkin adalah ciuman terakhirnya.
Meskipun aku bukan tipe pembaca yang suka dengan
genre fantasi, tetapi buku ini lumayan worth it lah ya untuk menemani weekend.
Meski jalan ceritanya sangat cepat dan seperti terpotong-potong, tetapi tidak
merusak ceritanya yang ringan. Dan yang aku suka, Stine mengusung plot
twist sebagai ciri khasnya dalam menulis. Membuat pembaca diajak menebak dengan
santai.
Novel ini bercerita tentang Jessica dan Gabri, juga
satu vampir lagi yang haus akan nektar—darah segar. Meski terasa janggal
ketika merubah darah menjadi nectar saat di baca, tapi masih okelah. Ada tiga
korban yang saling terkait, tentang cinta yang 'semestinya'. Sayangnya,
karakter manusianya sendiri tidak kuat di dalam cerita ini, mungkin karena
memang manusia-manusia ini hanya dijadikan karakter pembantu oleh penulis, jadi
terkesan tidak hidup.
Jalan ceritanya pun sangat cepat dan seperti
terpotong-potong. Banyak deskripsi yang diulang-ulang.
Over all, i like the story!
Dan, suka sekali dengan keluarga Mr. Blair, juga
keluarga Matt.
Quote-able :
"Karena selalu lebih mudah menyerah, bukannya
melawan."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar