Kamis, 19 Maret 2020

Review Buku : Goodnight Kiss (Seri Fear Street)


Judul Buku : Goodnight Kiss (Ciuman Selamat Malam)
Seri Fear Street Super Chiller
Pengarang : R. L. Stine
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan, pertama kali : Jakarta, Oktober 1999
Alih Bahasa : Anastasia Mustika W
Tebal : 256 Halaman, 18 cm
ISBN : 979-655-381-3

Sinopsis :

CIUMAN YANG DIDAMBAKAN SETENGAH MATI…

Matt Bersama pacarnya, April, dan sahabatnya, Todd, menunggu-nunggu datangnya musim panas yang cerah dan gembira di pantai. Tapi sejak makhluk-makhluk kegelapan mengacaukan pantai, mereka terjebak di dalam dunia malam tanpa akhir yang menakutkan.

“Apa yang terjadi pada April dan Todd?” Matt penasaran.
“Kenapa mereka sangat pucat, sangat lemah, sangat… berubah?”

Sepasang luka berlubang kecil di leher mereka memberikan bukti kepada Todd. Kelelawar-kelelawar berbahaya yang melayang-layang di atas pantai itu menawarkan sesuatu yang lain.

April terpikat oleh ciuman-ciuman seorang cowok lain—aneh, ciuman-ciuman memabukkan itu membuatnya lemas, dan mendambakannya lagi. Ciuman-ciuman vampire.

Dapatkah Matt menyelamatkan April tepat pada waktunya?
Tapi ia menyadari ciuman selamat malam April yang berikutnya mungkin menjadi ciuman terakhirnya.
 Ciuman pertama mereka mungkin adalah ciuman terakhirnya.

Meskipun aku bukan tipe pembaca yang suka dengan genre fantasi, tetapi buku ini lumayan worth it lah ya untuk menemani weekend. Meski jalan ceritanya sangat cepat dan seperti terpotong-potong, tetapi tidak merusak ceritanya yang ringan. Dan yang aku suka, Stine mengusung plot twist sebagai ciri khasnya dalam menulis. Membuat pembaca diajak menebak dengan santai.

Novel ini bercerita tentang Jessica dan Gabri, juga satu vampir lagi yang haus akan nektar—darah segar. Meski terasa janggal ketika merubah darah menjadi nectar saat di baca, tapi masih okelah. Ada tiga korban yang saling terkait, tentang cinta yang 'semestinya'. Sayangnya, karakter manusianya sendiri tidak kuat di dalam cerita ini, mungkin karena memang manusia-manusia ini hanya dijadikan karakter pembantu oleh penulis, jadi terkesan tidak hidup.

Jalan ceritanya pun sangat cepat dan seperti terpotong-potong. Banyak deskripsi yang diulang-ulang.

Over all, i like the story!

Dan, suka sekali dengan keluarga Mr. Blair, juga keluarga Matt.


Quote-able :
"Karena selalu lebih mudah menyerah, bukannya melawan."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar