Saat kau terlalu rapuh
Pundak siapa yang tersandar?
Tangan siapa yang tak melepas?
Ku yakin, aku
Bahkan saat kau memilih
Untuk meninggalkan aku
Tak pernah lelah menanti
Karena ku yakin
Kau akan kembali
Terimakasih sudah selalu menjadi sandaran,
ditengah riuh rasa yang seringkali terpaksa ditahan.
Terimakasih untuk tidak pernah melepas,
ditengah riuh rasa yang seringkali berakhir bias.
Terimakasih untuk tidak pernah pergi meninggalkan,
di tengah pilihan untuk mengakhiri kehidupan.
Terimakasih tidak pernah lelah menanti,
ditengah upaya untuk hidup kembali.
Terimakasih untuk tidak pernah menyerah,
di tengah sorak sorai kekalahan dan pasrah`
terimakasih untuk selalu meyakini,
bahwa aku akan kembali.
Terimakasih, kamu; diriku.
Terimakasih, April.
Meski perjalanan penuh dengan kerikil
Meski sepi dan menggigil
Bahagiamu selalu turut andil
Tidak ada komentar:
Posting Komentar