Minggu, 30 Oktober 2016

Berterimakasih, lah


Sebelumnya, saat saya disodorkan dengan obrolan mengenai drama korea, saya terang-terangan menyatakan bahwa saya tidak tertarik. Bahkan saya pernah berdebat dengan teman dan membuatnya tersinggung, hanya karena saya tidak menyukai sikapnya yang terlalu addict dengan yang berbau korea.

Satu minggu ini, saya sedang merasa lelah—jengah—dengan segala hiruk pikuk angka yang setiap hari harus selalu saling sapa. Saya sudah mencoba melampiaskan rasa jengah ini dengan chatting dengan obrolan-obrolan absurd bersama seseorang yang cukup penting untuk saya, seseorang yang sudah mempunyai tempat khusus dihati saya. Lalu, saya juga sudah mencoba membalikkan mood membaca saya, dengan membaca novel yang sedang saya ingin baca. Tetapi, nyatanya rasa bosan itu tak juga hilang.

Dulu sekali, saya pernah menyimpan sebuah folder drama korea di flashdisk. Hanya satu, karena memang itupun tak sengaja tersimpan di dalam flashdisk milik saya. Saya mengernyit saat awal-awal mencoba menontonnya. Seperti bukan hidup di dunia saya. Saya bukan type orang yang suka menonton.

Cheese in the Trap. Drama korea yang menurut saya sangat klise. Seseorang wanita biasa yang bernama Hong Seol, yang rambutnya seperti bulu anjing, yang berasal dari keluarga biasa saja, yang terpaksa cuti semester karena tidak bisa membayar kuliahnya, yang tinggal di apartmen jelek, yang harus berjuang untuk mempertahankan nilainya agar tetap mendapatkan beasiswa. Pada akhirnya berpacaran dengan Yoo Jung, laki-laki yang berasal dari keluarga kaya, anak dari seorang pengusaha dari perusahaan besar, yang hanya dengan berkerja di telpon saja, ia bisa mendapatkan apa saja yang ia mau.

Saya pikir, drama ini tidak akan menarik sama sekali. Tetapi karena saya sedang bosan dengan aktifitas-aktifitas lainnya, jadilah drama ini menjadi alternatif lain sebagai pelampiasan untuk menghabiskan hari-hari saya yang membosankan.

Tebak apa yang bisa kalian ambil setelah menonton film ini? Saya banyak mengambil pelajaran dalam film ini. Saya sangat suka cara Hong Seol menghadapi segala masalah kehidupannya dan juga masalahnya dengan pasangannya—Yoo Jung.

Percaya. Ya, kita harus percaya dengan pasangan kita. Karena apapun yang kita pikirkan baik, akan selalu menghasilkan hasil yang baik, begitu juga sebaliknya. Sepertinya akan membuat hati menjadi tenang. Meski sebenarnya, saya harus menerapkan hal itu untuk diri sendiri terlebih dahulu.

Lihatlah dari banyak sisi setiap ada masalah yang timbul. Sebab, seringkali kesalahpahaman mampu menghancurkan segalanya. Bukankah setiap masalah, setiap salah dan setiap kekeliruan harusnya membuat kita banyak belajar untuk memperbaikinya?

Saling menguatkan. Penting sekali untuk saling menguatkan satu sama lain. Sebab bukankah kita akan merasa ‘ada’ saat kita berhasil membuat oranglain mencari kita? Ya, saya merasa 'ada' saat saya mampu membuat seseorang yang menurut saya penting, tidak merasa sendiri tiap kali sedang di terjang masalah. Dan saya juga merasa ‘ada’ saat seseorang yang saya butuhkan menjadi seseorang yang ‘ada’ untuk saya. Tak perlu raga bersama, cukup curahkan segala perhatian yang ada. Sebab, itu sudah cukup.

Meski pada akhirnya, Hong Seol dan Yoo Jung memang tidak bisa bersama. Tetapi, saya cukup berterimakasih atas kepercayaannya, kebaikannya, sifat positifnya, pandangannya dan ketegarannya. Mungkin memang begitulah jalan cerita yang dibuat untuk mereka. Sama seperti kehidupan yang sebenarnya, bahwa segala hal yang terjadi dalam buku cerita hidup kita, sudah ada yang mengaturnya sedemikian rupa hingga menjadi jalan cerita yang menarik. Berterimakasihlah pada Ia Sang Pembolak-balik hati manusia.

Mana tahu, seseorang yang paling kita sayang adalah musuh kita di masa depan? Ataupun sebaliknya? Tugas kita adalah tetap menjadi manusia yang banyak kebaikannya ketimbang keburukannya. Selamat belajar mempertahankan segala kebaikan yang sudah kita perbuat. Dan, semangat menambah daftar kebaikan untuk melunasi segala keburukan yang sudah kita lakukan. Berbahagialah menjadi orang baik.

-Love

Ps : Maaf tak banyak bercerita tentang jalan cerita film Cheese in The Trap. Tentu saya juga berterimakasih untuk satu minggu yang penuh pelajaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar