Judul Buku : Ganjil Genap
Pengarang : Almira Bastari
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan, pertama kali : Jakarta, 2020
Cetakan ketiga : Maret 2020
Editor : Claudia Von Nasution
Editor : Claudia Von Nasution
Tebal : 344 Halaman, 20 cm
ISBN : 978-602-06-380-10
Sinopsis :
Gimana rasanya diputusin setelah
berpacaran selama tiga belas tahun?
Hidup Gala yang mendadak jomblo
semakin runyam ketika adiknya kebelet nikah! Gala bertekad pantang lanjang
menjelang kepala tiga. Bersama ketiga sahabatnya, Nandi, Sydney dan Detira, strategi
pencarian jodoh pun disusun. Darat, udara, bahkan laut ‘disisir’ demi menemukan
pria idaman.
Akankah Gala berhasil menemukan
pasangan untuk menggenapi hari-hari ganjilnya?
“Bisa berbahagia nyatanya belum tentu bisa didapatkan dengan "digenapi" orang lain.
Bahagia harusnya datang dari diri sendiri.”
Baca novel ini, pas banget ketika
hubungan gue juga selesai. Jadi sangat paham dengan perasaan kalutnya Gala yang
berhadapan dengan pasangan yang gagal dengan komitmennya sendiri.
Putus setelah berpacaran tiga belas
tahun, di usia yang sudah diujung. Juga ditengah adiknya yang sudah berencana
menikah. Paham ngga bagaimana letak luka dan perihnya?
“Jodoh bukan sesuatu yang bisa dipaksa,
sesederhana itu.”
–Jomblo yang dilangkahi.
–Jomblo yang dilangkahi.
Jangankan Gala yang sudah memasuki
kepala tiga, gue yang masih jauh dari kepala tiga saja, rasanya sudah seperti
ingin tinggal di hutan tiap kali ditanya kapan menikah. Jadi cukup wajar jika
Gala merasa, kalut, cemas dan insecure meski Gala lulusan dari Universitas
terbaik.
“Patah hati tidak hanya mengajarkan apa
yang tidak kita mau,
tapi juga memberikan keberanian untuk menjalani apa yang kita mau.”
tapi juga memberikan keberanian untuk menjalani apa yang kita mau.”
Salutnya adalah meski sedang berada ditengah
perasaan kalut dan lukanya, Gala tetap berdiri dengan tegar. Tetap mencoba
berbagai cara, bagaimana dia bisa menemukan jodoh tepat sebelum pernikahan
adiknya dilaksanakan. Meski dari sekian banyak usahanya mencari, dari mulai
mencoba aplikasi dan perjodohan teman-temannya, berakhir dengan kegagalan. Gala
tetap menjadi perempuan yang kuat.
Suka sekali dengan karakter Gala yang
dibentuk oleh Mbak Almira. Tipe perempuan cerdas, mandiri, tapi tidak
menghilangkan kodratnya sebagai perempuan yang manja, cengeng, labil dan
beberapa kali mendramatisir keadaan ketika jatuh.
“Sahabat adalah pertolongan pertama,
saat putus cinta.”
–Jomblo yang tidak ingin sendiri.
–Jomblo yang tidak ingin sendiri.
Pasca baca novel Resign-nya Mbak Almira,
gue emang jadi jatuh cinta banget sih sama alur di kedua bukunya. Alur cerita
yang santai tapi padat berisi. Kesibukan dan haha-hihi persahabatan Gala dan
genk nya, dalam mencarikan jodoh untuk Gala, sama sekali tidak membuat jenuh
untuk menunggu akhir cerita dari Gala (dan Mas Aiman).
Setelah membaca novel yang sangat
related ini, membuatmu menjadi sadar untuk belajar bagaimana caranya
membahagiakan diri sendiri dan membuatnya berharga. Novel ini juga juga cocok
untuk self healing dan self love pasca kehilangan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar