Jumat, 24 Juli 2020

Review Buku : Miss Indecisive Lawyer (Lovession)

 
Judul Buku : Miss Indecisive Lawyer (Lovession)
Pengarang : Adeliany Azfar
Penerbit : PT Grasindo
Diterbitkan, pertama kali : 25 April 2017
Tebal : 344 Halaman, 20 cm
ISBN : 978-602-37-591-56
Sinopsis :


Ahn Su-Yeon
Usia 27 tahun. Karir gemilang sebagai pengacara. Punya pacar seorang aktor yang sedang naik daun. Dikelilingi para sahabat yang menyayanginya. Namun, satu hal yang tidak dimilikinya, yaitu restu orangtua untuk meresmikan hubungan dengan Rye-On, kekasihnya. Alasannya hanya satu, ibunya tidak suka punya menantu seorang selebritas. Heol!

Kim Rye-On
Usia 27 tahun. Lulusan sekolah hukum. Memilih berkarier sebagai publik figur. Memiliki kekasih seorang pengacara sukses. Digila-gilai lawan mainnya yang menawan. Namun, selain belum mendapatkan restu untuk menikahi Ahn Su-Yeon, Rye-On juga dihadapkan pada kenyataan di mana ia harus memilih antara wanita atau karier yang dicintainya.

"Aku menyadari bahwa ternyata bukan duniaku saja yang berputar,tetapi dunia orang lain juga. Poinnya adalah setiap orang punya masalah dan kerumitannya sendiri."
Pg of 149.

Novel yang tebal bukunya hanya 256 halaman ini, cukup mendorong perhatian para pembaca. Dari segi cover, not bad lah ya. Ada gambar wanita berambut pendek, yang kesannya tegas dan work a holic. Hanya sedikit terganggu dengan pemilihan font untuk judulnya. Sampai pada sinopsis dari Seri Lovession yang mengangkat profesi Lawyer dan Artist ini, masih cukup menggelitik rasa penasaran. Terlebih dengan pengambilan latar tempat Korea. Tahu kan kalau drama-drama dari Korea, sangat digandrungi oleh para remaja? Apakah novel ini cukup membayar rasa penasaran pembaca, khususnya aku?

Sayangnya, tidak.

Pada bab-bab awal, cerita terasa sangat lama. Jenuh. Sampai beberapa kali tergoda untuk langsung membaca halaman paling akhir untuk menyudahi rasa penasaran. Tapi akhirnya, dengan segala perdebatan antara otak dan hati, tuntas sudah sampai halaman terakhir. Halaman dimana ada happy ending disana.

Kenapa sih, kok jenuh? Ada apa? Ya, karena banyak hal yang seharusnya bisa dikulik, tapi dibiarkan tak bermanfaat oleh si penulis. Tadinya kupikir, akan ada banyak kasus yang diselesaikan oleh Ahn Su-yeon, sebagai tokoh utama. Tapi nyatanya, tidak ada kasus besar yang bisa menggambarkan karir gemilangnya sebagai Pengacara. Tidak ada. Bahkan kasus terakhir, kasus pacarnya, diselesaikan secara receh.

Lalu, penggambaran keluarganya, ayahnya, ibunya, adiknya, kurang kuat. Padahal tema yang diangkat adalah restu dari orangtua untuk hubungan anaknya. Harusnya konflik bisa lebih dibikin rumit dan berat lagi, selain Ibunya yang menentang keras profesi artis.

"Lelaki yang kini memeluk punggungnya erat adalah lelaki yang mencintainya, yang mengatakan bahwa apapun akan ia lakukan asal mereka tetap bersama."
Pg of 131.

Kemudian, karakter lain, Kim Rye-on yang tidak lain adalah pacarnya Ahn Su-Yeon. Meski sikapnya manis sekali kepada Ahn Su-Yeon sepanjang buku, tetap saja gregetan dengan sifatnya. Kenapa ngga dari awal aja coba ketemu orangtua Ahn Su-Yeon? Kenapa harus menunggu setelah kalian hampir saja sama-sama menyerah? Kenapa harus menunggu selama itu untuk sadar bahwa, tidak ada yang tahu hasil akhirnya bagaimana kalau belum dicoba.

Tapi, ya sudah lah ya.

Buku ini masih rekomen untuk kamu yang baru mulai kembali membaca, setelah lama rehat dari kegiatan membaca. Atau juga untuk kamu yang sedang berusaha menghilangkan penat karena seminggu full berkerja dengan kerumitan yang tidak ada istirahatnya. Karena, novel ini termasuk genre ringan yang tidak perlu membuat si pembaca berpikir ala-ala novel detektif.

Selamat membaca, ya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar