Kamis, 18 Februari 2021

Review Buku : A Beautiful Mess


Judul Buku : A Beautiful Mess
Pengarang : Rosi L Simamora
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Ilustrasi Sampul : Martin Dima
Ilustrasi isi : Oky Andrianto
Diterbitkan, pertama kali : Februari 2015
Cetakan kedua : Januari 2018
Tebal : 336 Halaman, 20 cm
ISBN : 978-602-03-1387-0

Sinopsis :

Sebuah rahasia kelam memaksa Freya, gadis manja dan “high maintenance”, meminta bantuan ayahnya, lalu dengan terpaksa menerima nasib menyingkir ke pulau terpencil.

Di sana ia harus bekerja, sesuatu yang tidak pernah dilakukan Freya seumur hidupnya. Dan siapa lagi yang mengawasi Freya kalau bukan Lian, pria tampan yang sepertinya membenci Freya sejak awal?

Namun Lian juga menyimpan rahasia. Dan diam-diam, ia menyadari sesuatu telah tumbuh. Cintakah? Tidak. Tidak. Jangan cinta!

Dan benarkah Freya telah berhasil meninggalkan masa lalunya? Ataukah… hantu masa lalu yang kelam namun teramat memikat itu akhirnya mengejar Freya hingga ke ujung dunia, dan ia selamanya takkan pernah lepas darinya? Takluk kembali pada satu-satunya laki-laki yang membuatnya begitu hidup, dan sekaligus mati?

Kisah ini bercerita tentang cinta. Dan nafsu. Tentang jatuh. Dan bangkit. Tentang luka dan rasa takut. Dan bagaimana menaklukkannya.

Aku tidak ingin jadi api yang menjadikanmu abu,
dan aku tidak ingin apimu menjadikanku abu.

Page of 320

Rabu, 05 Agustus 2020

Review Buku : The Secret Seven - Misteri Biola Kuno #10

Judul Buku : Misteri Biola Kuno (The Secret Seven #10)
Pengarang : Enid Blyton
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan, pertama kali : Jakarta, 1980
Cetakan Kedua : Oktober 1981
Cetakan Ketiga: November 1982
Cetakan Keempat : Maret 2000
Editor/Alih Bahasa :Agus Setiadi
Cover : Eduard Iwan Mangopang
Tebal : 144 Halaman, 18 cm
ISBN : 979-655-574-3

Sinopsis :

Pulang dari pasar malam, Sapta Siaga melihat rumah terbakar di atas bukit.
Beberapa hari kemudian, pakaian orang-orangan sawah di ladang Peter hilang.
Lalu Colin dan George menyaksikan seorang laki-laki mencuri biola kuno
yang di pajang di etalase toko barang antik.

Apakah ketiga peristiwa itu ada hubungannya?