Jakarta, 19 Februari 2013
Lilinmu bercahaya, terang
Terangnya menerangi gelapmu
Hangatnya memeluk dinginmu
Lelehnya ia relakan hanya untukmu
Untuk malam-malammu yang mencekam
Namun, semua tak pernah berarti
Kau biarkan tubuhnya meleleh
Tanpa cinta
Ia marah, melalap semua
Semua yang pernah ia beri untukmu
Lalu kau ikut marah, egois
Cahayanya tak lagi sama
Tak lagi terang seperti dulu
Lambat, mulai padam
Dan hilang
Kau diam, menyesal
Bagimu, ia begitu berarti, sekarang
Terpisah
Membuat bintang ingin menemanimu
Bahagia, meski kamu diam
Lambat, bintang menyadari
Bahwa yang kau butuhkan hanya lilin kecilmu
Lilin yang penuh arti
Lebih berarti dari bintang itu sendiri
Bersama pagi, bintang menghilang..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar