Rabu, 03 Desember 2014

Lilin Bintang

Jakarta, 19 Februari 2013

Lilinmu bercahaya, terang
Terangnya menerangi gelapmu
Hangatnya memeluk dinginmu
Lelehnya ia relakan hanya untukmu
Untuk malam-malammu yang mencekam

Namun, semua tak pernah berarti
Kau biarkan tubuhnya meleleh
Tanpa cinta

Ia marah, melalap semua
Semua yang pernah ia beri untukmu
Lalu kau ikut marah, egois

Cahayanya tak lagi sama
Tak lagi terang seperti dulu
Lambat, mulai padam
Dan hilang

Kau diam, menyesal
Bagimu, ia begitu berarti, sekarang

Terpisah
Membuat bintang ingin menemanimu
Bahagia, meski kamu diam

Lambat, bintang menyadari
Bahwa yang kau butuhkan hanya lilin kecilmu
Lilin yang penuh arti
Lebih berarti dari bintang itu sendiri

Bersama pagi, bintang menghilang..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar