"Perlahan tapi pasti.
Jarum kerinduan telah datang, merajam pikiranku"
Memusnahkan logika.
Aku limbung, terjatuh.
Aku luluh.
Aku terkoyak, hancur."
Aku rindu kamu
Kamu yang telah pergi dengan diam dan menahan sakit karenaku.
Rasa sesal yang terlambat datang, tak mampu membuatmu kembali.
Kamu lebih memilih untuk menutup matahatimu untukku.
Kamu melangkah pergi lebih cepat.
Aku lelah mencari dan mengejarmu.
Aku limbung dengan keadaan ini.
Keadaan sesal yang membuatku terjatuh.
Kamu menoleh, hanya menoleh. Sesaat.
Ku pikir kamu akan peduli melihatku jatuh. Nyatanya tidak.
Kamu tersenyum, senyum menggoda.
Aku luluh lagi melihat senyum itu.
Senyuman yang sama seperti dulu. Lalu, aku tercekat.
Saat senyuman sinis merubah kehangatan senyummu.
Aku terdiam, tercekat melihat senyum jahatmu.
Kamu kembali pergi, melangkahkan kaki, berlari lebih jauh.
Aku .. aku .. diam.
Hatiku koyak tercabik-cabik oleh tingkahmu.
Bersama arus tangis, aku hancur.
Jakarta, 10 Juni 2012
Jarum kerinduan telah datang, merajam pikiranku"
Memusnahkan logika.
Aku limbung, terjatuh.
Aku luluh.
Aku terkoyak, hancur."
Aku rindu kamu
Kamu yang telah pergi dengan diam dan menahan sakit karenaku.
Rasa sesal yang terlambat datang, tak mampu membuatmu kembali.
Kamu lebih memilih untuk menutup matahatimu untukku.
Kamu melangkah pergi lebih cepat.
Aku lelah mencari dan mengejarmu.
Aku limbung dengan keadaan ini.
Keadaan sesal yang membuatku terjatuh.
Kamu menoleh, hanya menoleh. Sesaat.
Ku pikir kamu akan peduli melihatku jatuh. Nyatanya tidak.
Kamu tersenyum, senyum menggoda.
Aku luluh lagi melihat senyum itu.
Senyuman yang sama seperti dulu. Lalu, aku tercekat.
Saat senyuman sinis merubah kehangatan senyummu.
Aku terdiam, tercekat melihat senyum jahatmu.
Kamu kembali pergi, melangkahkan kaki, berlari lebih jauh.
Aku .. aku .. diam.
Hatiku koyak tercabik-cabik oleh tingkahmu.
Bersama arus tangis, aku hancur.
Jakarta, 10 Juni 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar