Apa jadinya aku, jika kelak tak ada lagi yang melarangku ?
Apa jadinya aku, jika kelak tak ada lagi omelan yang kudengar ?
Apa jadinya aku, jika kelak tak ada lagi yang ceramahiku ?
Disetiap larangannya, tersirat ribuan kekhawatiran
Disetiap omelannya, tersirat perhatian yang tak terlihat
Disetiap ceramahnya, tersirat kata-kata mutiara yang mendewasakanku.
Apa jadinya aku, jika kelak tak ada lagi yang peduli tentangku ?
Apa jadinya aku, jika kelak tak ada lagi perhatian untukku ?
Apa jadinya aku, jika kelak tak ada lagi senyum dipagi dan malamku ?
Semua yang mama beri, teramat berharga untukku.
Kepedulian, Perhatian dan senyum itu,
akan selalu terekam dihati dan tak akan pernah bisa terhapus.
Hanya mama yang setia mendampingiku
Hanya mama yang tulus menerimaku apa adanya
Hanya mama yang mampu menghapus airmataku dan mengembalikan senyumku
Hanya mama yang selalu ada disetiap aku butuh sandaran
Hanya mama yang paling kuat menopangku dan membuat aku tegar
Ribuan juta rasa sayangku padamu,
tak akan pernah mampu membalas semua yang telah kau lakukan untukku.
Kau adalah jiwaku, jiwa yang tak pernah mati diragaku dan dihatiku.
Kau adalah tongkat, yang tak pernah hancur dimakan rayap.
Kau tembok terkuat, melawan badai sifat ababil ku.
Sayangku selalu untukmu.
Tak akan pernah terganti oleh apapun dan siapapun.
Kesalahpahaman dan perdebatan yang pernah terjadi,
Menjadi satu contoh betapa kau adalah segalanya,
Menjadi memory yang tak pernah terhapus.
Jakarta, 13 Maret 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar