Minggu, 22 Februari 2015

Keluarga Baruku, Reuni Akbar

Dari pertengahan Januari, saya harus pintar-pintar membagi waktu dari kerja, kuliah dan rencana reuni akbar. Apalagi kuliah saat itu sedang UAS. Lebay? Terserah lah mau nilai tulisan ini gimana.

Bersyukur bahwa saya masih diingat oleh alumni-alumni lain dari angkatan di bawah saya. Meskipun katanya, mencari kontak dari angkatan saya itu bukan hal yang mudah. Berita reuni baru sampai kepada saya di pertengahan Januari, sedangkan rencana ini di adakan dari bulan November. Terbayang bukan, bahwa mereka baru dapat menghubungi angkatan saya setelah sudah pertengahan jalan.

Ini merupakan tugas saya memang. Mereka meminta bantuan untuk menghadirkan angkatan saya. Tidak mudah memang. Saya harus menyebarkan undangan. Pulang malam saya jalankan, keliling dari rumah yang satu ke rumah yang satunya lagi. Mencari kontak yang telah lama hilang. Juga bolak-balik menghubungi nomor ponsel teman-teman angkatan saya. Dari penerimaan yang baik, sampai yang kasar, sudah saya terima. Rela dianggap sok kaya dari mereka yang tidak punya hati. Saya telan bulat-bulat. Saya percaya Tuhan akan beri jalan untuk suksesnya acara kami ini.

Hingga pada akhirnya, ada enam orang yang (katanya) akan hadir. Meski hasilnya tidak memuaskan, setidaknya saya bisa bernafas lega, saya akan hadir bersama angkatan saya.

Soal biaya, selalu saya ingatkan pada mereka. Terus dan terus. Lagi dan lagi. Saya pasang baskom di muka saya. Juga memotong urat malu saya. Saya sudah seperti tukang kredit yang lagi  nagih pembayaran.

Pertengahan jalan, satu per satu dari mereka, mulai beralasan tidak bisa hadir. Oke, awalnya saya marah, emosi. Bagaimana mungkin mereka tidak bisa menghargai usaha saya. Apa mereka pikir, sebagai panitia itu gampang? Senang? Hah, mereka salah besar.

Dan pada akhirnya, angkatan saya yang hadir hanya satu orang. Sebenarnya dua orang. Tetapi yang benar-benar hadir hanya satu. Indri. Iya, hanya Indri yang hadir.

Sungguh menjadi panitia dalam acara ini, bukan hal mudah dan selalu menggembirakan. Capek, dan menjadi beban pikiran selama berhari-hari. Tetapi, bekerja sama dengan mereka--Herry, Kartika, Sefty, Danti, Anti, Lastri, Ida, Syarif, Abdullah, Ridan, Oky, Tio, Said, Nano, Bowo--adalah hal yang menyenangkan.

Hery-Ketua Panitia yang super baik. Saya tahu dia lelah, beban pikiran dia jauh lebih banyak di banding kami semua. Tetapi, dia tetap membayar kami semua dengan senyumannya. Dan sama sekali tidak menyalah-nyalahkan kami saat ada salah dari kami.

Syarif-Bisa dibilang, dia ini kaki tangannya Hery, sebab pekerjaannya sebelas-dua belas dengan Hery. Kerjaannya juga banyak. Saat menjadi koordinator acara, aku tahu dia yang paling lelah. Bolak-balik menyiapkan orang-orang yang akan mengisi acara. Sampai pada akhirnya, setelah acara selesai, dia tumbang di ruang panitia. Tidur dengan posisi duduk. Siapa yang bisa tidur dengan posisi seperti itu kalau bukan karena sangat kelelahan? Good Job, boy!

Kartika dan Sefti-Dua cewek ini adalah seksi segala macam. Konsumsi, bendahara, semua-muanya dua orang ini juga turun tangan. Bahkan saya salut dengan Kartika, semua makanan dia yang lebih banyak menghandle. Beli ini-itu, segala macam. Mereka hebat.

Danti, Lastri, Anti dan Ida-Adalah seksi sibuk-sibuk dari cewek. Mereka juga banyak membantu kami.

Nano dan Bowo-Pasangan ini, adalah pasangan terkompak. Segala macam pekerjaan yang bisa mereka kerjakan, selalu di kerjakan berdua. Dari nyapu ngepel aula, niupin balon pakai pompa gas. Juga saat mereka terpaksa turun tangan membantu seksi konsumsi.

Oky, Tio, Ridan dan Said-Adalah seksi sibuk-sibuk dari cowok. Bisa dibilang tukang angkut juga. Salut sama suara Oky dan Ridan yang enak di dengar. Pantes aja ceweknya banyak, dibikin klepek-klepek terus siiih, hehe :v

Dan, yang terakhir, ada Abdullah-Pasangan duet yang keren. Cuma beberapa kali ketemu, Chemistry untuk menjadi MC sudah kami dapatkan. Yaa meskipun harus diakui, ternyata kami satu almet pas jaman smk. Sayangnya pas jaman smk dulu, kita malah nggak pernah ketemu dan nggak saling tahu. Dia ini juga teman malam minggu kemarin, dibonceng dalam kondisi ngantuk. Hahaha, thankyou yaaa....

Tambahan panitia kami adalah Pak Firman (Amping). Dia luar biasa banyak membantu. Penasehat kami. Terimakasih, Pak :)

Terimakasih juga untuk Aksi Junior, dari Paduan Suara, Drama Musical dan Tapak Sucinya. Kalian hebat! :)

Bahagia. Luar biasa bahagia. Acara kami berjalan dengan lancar. Rasanya pengen teriak sekencang-kencangnya saat ini juga.

Melihat ruangan yang kembali sepi, tanpa tempelan apa-apa di ruangan aula, membuat hati mulai sedih. Akan sampai sini sajakah kebersamaan kami? Rasanya sulit di percaya, sebulan lebih berjuang bersama-sama untuk menyukseskan acara ini.

Semoga kita akan terus seperti ini. Menjaga tali silaturahmi yang semakin baik. Tanpa segan meminta bantuan kalau memang sedang membutuhkan bantuan. Bukankah kami ini keluarga besar alumni SMP Muhammadiyah 07? :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar