Happy birthday, Memey...
Happy birthday...
happy
birthday...
happy birthday, Memeeeey… ¶
Selamat mengulang tanggal 26 Januari,
untuk yang ke duapuluh satu. Kamu
sudah tua ya berarti? Hihi. Tahun ini, sama seperti tahun-tahun yang kemarin
dan kemarinnya lagi, (mungkin) tidak ada hal yang istimewa. Tak ada hadiah yang
harganya mahal, tak ada kue tart yang berbentuk menara Eiffel, juga tak ada surprise
yang mambuatmu terharu. Tetapi, semoga saja, persahabatan kita yang sudah
bertahun-tahun ini, lebih berharga daripada mahalnya hadiah-hadiah lucu di luar
sana. Semoga saja, persahabatan kita yang sudah bertahun-tahun ini, akan selalu
kokoh dan menjulang indah seperti menara Eiffel, tegak berdiri meski badai
besar mencoba meleburkan persahabatan kita. Juga, semoga saja, persahabatan
kita yang sudah bertahun-tahun ini, adalah anugerah Tuhan yang paling istimewa
di sepanjang hidup kita. Aku selalu berdoa seperti itu, dan berharap kamu
selalu meng-Amini doa tersebut.
Aku rindu. Rindu pada latahan-latahan
lucumu, yang sekarang sudah tak lagi ku dengar. Juga rindu bercerita panjang
lebar padamu. Tentang gebetan baruku di kampus, tentang panasnya kepalaku tiap kali
tugas kantor dan tugas kuliah bertabrakan di otakku yang mulai menua ini,
tentang kesedihan-kesedihan lainnya yang sudah lama tak ku ceritakan padamu,
juga kebahagiaan-kebahagiaan yang harusnya kamu rasakan juga. Ya, aku sangat
teramat rindu, padamu, kamu.
Di tahun-tahun belakangan ini, kita
sudah tak lagi saling menginap. Sudah tak lagi saling berkeluh-kesah. Aku ingin
berteriak, meneriakkan namamu, meneriakkan bahwa aku rindu. Dan, sangat ingin
mengulang semua yang dulu, yang harusnya masih bisa kita lakukan di tahun-tahun
sekarang.
Mungkin aku terlalu egois belakangan
ini. Ah, ternyata keras kepalaku masih saja tertanam disana. Ini menyakitkan.
Sungguh aku tidak ingin menanam penyakit ini. Penyakit yang pada akhirnya
membuatku kehilangan hari-hari indahku. Kehilangan arti kita. Iya, kita.
Menceritakan semua tentang kita
disini, rasanya adalah keputusan yang salah. Cerita tentang aku, kamu dan kita,
tidak akan pernah cukup hanya dengan satu atau dua page. Sebab, sepertinya cerita kita juga tidak akan ada endingnya,
bukan? Butuh banyak waktu yang cukup. Sebab, bersama kamu, cerita kita akan
terus selalu mengalir. Dan akan terus selalu ada. Iya, ada.
Tubuhku mungkin tidak akan selalu
setia memeluk tubuhmu. Tetapi, Doaku akan memelukmu, selalu. Aku selalu berdoa,
semoga kamu akan terus sehat, agar di tahun-tahun yang akan mendatang, kamu dan
aku, punya banyak kesempatan untuk memperbaiki diri lebih baik dan lebih baik
lagi. Semoga suatu hari nanti, saat waktu itu tiba, kamu bisa menjadi sosok
istri sholehah dan Ibu yang paling juara untuk anak-anakmu. Bukankah waktu yang
ku maksud itu sudah mendekati kamu? Bersama dia, pangeran yang dari awal sudah
ku duga akan menjadi pangeran yang paling setia mendampingimu. Pangeran yang
akan setia berada disampingmu, menemani susah dan bahagianya hidupmu. Pangeran
yang menerimamu, apapun kekuranganmu, juga menjadikan kekuranganmu menjadi
kelebihanmu, kelebihan yang tidak akan dimiliki wanita lain. Semoga dewasamu
bukan terlihat dari umurmu yang semakin bertambah, tetapi terlihat dari sikap
dan pola pikirmu. Dan, semoga semua hal yang baik-baik selalu mengarah untukmu.
Sekali lagi, selamat mengulang tanggal
lahirmu, untuk yang keduapuluh satu ini. Semoga hari ini dan selanjutnya,
selalu menjadi hari-hari yang paling bahagia, untukmu, keluargamu.
Kecup manis,
Perempuan yang seringkali,
mengatakan kamu sebagai,
kembarannya.
Perempuan yang seringkali,
mengatakan kamu sebagai,
kembarannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar