Minggu, 25 Desember 2016

Membuat Pembatas Novel




Hari ini teman-teman sedang baca novel apa? Atau baru saja menamatkan sebuah cerita?

Bicara mengenai novel, teman-teman suka koleksi atau pinjam teman sih kalau mau baca novel? Kalau saya pribadi sih lebih suka beli dan mengoleksi. Apalagi kalau penulis favorit baru saja mmenerbitkan novel baru. Saya langsung menyerbu toko buku, tanpa pikir dua kali. Saya selalu suka menghirup bau novel yang baru saja kutelanjangi dari plastik pembungkusnya.

Tapi, saya tidak selalu beli novel baru di toko buku seperti Gramedia, Gunung Agung atau toko buku sejenis lainnya, kok. Terkadang kalau bahan bacaan dirumah sudah habis dan isi dompet lagi kritis, saya suka beli novel di Toko Buku Bekas. Beruntungnya, saya punya langganan Toko Buku Bekas di daerah Jakarta Barat yang lokasinya tidak begitu jauh dari rumah. Di Toko Buku Bekas ini, saya sering banget mendapatkan novel yang kondisinya masih bagus-bagus dengan harga yang tentunya miring.



Sebagai perempuan yang suka sekali membaca dan mengoleksi, tentu saya sangat mencintai novel-novel koleksi. Hal yang selalu saya lakukan setiap kali mendapatkan koleksi novel terbaru adalah memakaikannya baju, sampul plastik putih. Karena biasanya, kalau sudah asyik dengan cerita didalamnya, kemana-mana suka saya bawa. Lagi pesen bakso yang kebetulan lewat rumahpun kadang suka saya tenteng-tenteng.

Dan sebagai perempuan yang mencintai koleksinya, saya paling tidak suka sekali kasih pinjam novel ke teman yang suka asal melipat lembaran kertas untuk menandai bacaannya. Seringkali saya memberi peringatan dari awal kalau ada teman baru yang akan pinjam novel. Kalau novel baru sih sudah tentu pasti ada pembatas novelnya, yang saya khawatirkan adalah novel-novel yang saya dapat dari toko buku bekas. Karena biasanya, pembatas novelnya sudah tidak ada.

Biasanya saya beli pembatas novel terpisah di Toko Gramedia saat kebetulan sedang membeli novel disana. Sayangnya, terkadang gambarnya tidak sesuai dengan selera. Tapi, saya juga butuh. Kan lucu ya, kalau jadi dilema hanya karena sebatas pembatas novel? Makanya saya kepikiran untuk membuat sendiri pembatas novel sesuai dengan selera.

Sudah beberapa bulan ini, saya sudah mulai mencoba pembatas novel buatan sendiri. Dan sepertinya, tidak ada salahnya kalau saya bagi-bagi tips ke teman-teman bagaimana caranya membuat pembatas novel buatan sendiri.

Apa saja sih yang saya butuhkan?

1. Karton Linen atau kertas Concorde
Perbedaan Karton Linen dan kertas Concorde sendiri berada pada struktur kertasnya. Karton Linen lebih kasar dan lebih tebal dibandingkan dengan kertas Concorde. Untuk ketebalannya, saya lebih suka menggunakan Karton Linen, karena pembatas novelnya tidak mudah tertekuk. Tetapi kalau untuk struktur halusnya, saya lebih suka menggunakan kertas Concorde, karena memudahkan saya untuk menggambar atau sekedar coret-coret.

Teman-teman bisa mendapatkan kedua kertas ini di Gramedia. Tapi, kalau teman-teman sibuk dan cenderung tidak sempat pergi ke Gramedia, teman-teman juga bisa kok memilih alternatif lain dengan menggunakan kardus susu yang sudah tidak terpakai atau lembaran kalender meja. Karena tebal keduanya, mendukung untuk pembatas novel.

2. Penggaris.
Dalam pembuatan pembatas kertas, penggaris termasuk sebagai perlengkapan utama yang dibutuhkan. Fungsinya, untuk mengukur seberapa panjang dan lebar pembatas novel yang akan kita buat. Karena besar novel yang berbeda, lebih bagus kalau besarnya pembatas novel disesuaikan dengan besarnya novel itu sendiri.

3. Alat Tulis.
Perlengkapan yang saya butuhkan selanjutnya adalah Alat Tulis. Didalamnya ada pensil, pulpen, spidol, pensil warna, penghapus dll. Fungsinya bisa teman-teman sesuaikan dengan apa yang akan teman-teman butuhkan.

4. Gunting,
Fungsinya sudah pasti untuk menggunting dan memotong.

5. Kertas-kertas Perca.
Saya sering sekali menggunting-gunting majalah bekas yang saya dapatkan dari banyak tempat. Didalamnya banyak gambar-gambar lucu, bunga, boneka atau sekotak kecil warna-warni lucu. Tapi untuk teman-teman yang tidak punya banyak waktu untuk menggunting-gunting majalah, teman-teman bisa menggunakan kertas origami.

Selain kedua bahan kertas tersebut, teman-teman juga dapat menggunakan alternatiif lain seperti tulisan tangan sendiri. Bisa tulisan tangan untuk quotes-quotes yang menjamur di internet atau quotes-quotes yang didapat dari novel yang dibaca teman-teman. Apalagi kalau teman-teman punya karya puisi sendiri, dapat didokumentasikan untuk kepuasan diri sendiri, kan?

6. Lem.
Fungsinya untuk menempel kertas-kertas perca atau bahan-bahan kreatif lain.

7. Pembolong kertas dan Pita.
Untuk perlengkapan yang terakhir ini, sebenarnya tidak terlalu penting. Teman-teman bisa memilih untuk tidak menggunakannya. Saya menambahkan kedua perlengkapan ini, hanya untuk mempercantik bentuk pembatas novel yang sudah jadi.

 


Cara pembuatan :

1. Potong Karton Linen atau kertas yang sudah disiapkan dengan ukuran 5cm x 14cm. Ukuran ini untuk ukuran novel 20cm. Untuk satu lembar Karton Linen dan kertas concorde, saya bisa dapat delapan potong dengan ukuran yang sama.


2. Mulailah berkreasi dengan gambar, kertas-kertas perca, kertas origami atau bahan-bahan yang lain. Dengan cara menempelkannya menggunakan lem yang sudah disiapkan.


3. Buat lubang pada atas pembatas novel yang sudah jadi menggunakan pembolong kertas. Lalu, ikatkan dengan pita sesuai dengan warna kesukaan teman-teman.


4. Selesai. Pembatas novel sudah bisa dipakai.


Berikut beberapa contoh hasil buatanku sendiri, teman-teman:


Contoh pembatas novel dari kertas-kertas perca.


Contoh pembatas novel dari kreatifitas tangan.
Saya tidak pandai menggambar.


Contoh pembatas novel dari quotes.


Contoh pembatas novel menggunakan karya sendiri.
Sudah di posting di Instagram.




























































Yuhuuuuu, lembaran novel akan terhindar dari tangan-tangan jahil yang melipatnya sesuka hati. Tidak akan ada lagi alasan, pembatas novelnya tidak ada. Semoga sedikit memberi bantuan teman-teman yang mempunyai masalah yang sama seperti aku, ya. Selamat mencoba, teman-teman.



Salam sayang dari aku, perempuan yang masih banyak belajar untuk menjadi perempuan kreatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar