Hari ini teman-teman sedang baca novel apa? Atau baru saja menamatkan sebuah cerita?
Bicara mengenai novel, teman-teman suka koleksi atau pinjam teman sih kalau
mau baca novel? Kalau saya pribadi sih lebih suka beli dan mengoleksi. Apalagi
kalau penulis favorit baru saja mmenerbitkan novel baru. Saya langsung menyerbu
toko buku, tanpa pikir dua kali. Saya selalu suka menghirup bau novel yang baru saja kutelanjangi dari plastik
pembungkusnya.
Tapi, saya tidak selalu beli novel baru di toko buku seperti Gramedia,
Gunung Agung atau toko buku sejenis lainnya, kok. Terkadang kalau bahan bacaan dirumah sudah habis dan isi
dompet lagi kritis, saya suka beli novel di Toko Buku Bekas. Beruntungnya, saya punya langganan Toko Buku Bekas di daerah Jakarta Barat yang lokasinya tidak
begitu jauh dari rumah. Di Toko Buku Bekas ini, saya sering banget mendapatkan
novel yang kondisinya masih bagus-bagus dengan harga yang tentunya miring.
Sebagai perempuan yang suka sekali membaca dan mengoleksi, tentu saya sangat
mencintai novel-novel koleksi. Hal yang selalu saya lakukan setiap kali
mendapatkan koleksi novel terbaru adalah memakaikannya baju, sampul plastik putih. Karena biasanya, kalau sudah asyik dengan cerita didalamnya,
kemana-mana suka saya bawa. Lagi pesen bakso yang kebetulan lewat rumahpun
kadang suka saya tenteng-tenteng.
Dan sebagai perempuan yang mencintai koleksinya, saya paling tidak suka sekali kasih pinjam novel ke teman yang suka asal melipat lembaran kertas untuk
menandai bacaannya. Seringkali saya memberi peringatan dari awal kalau ada teman
baru yang akan pinjam novel. Kalau novel baru sih sudah tentu pasti ada pembatas novelnya, yang saya khawatirkan
adalah novel-novel yang saya dapat dari toko buku bekas. Karena biasanya,
pembatas novelnya sudah tidak ada.
Biasanya saya beli pembatas novel terpisah di Toko Gramedia saat kebetulan
sedang membeli novel disana. Sayangnya, terkadang gambarnya tidak sesuai dengan
selera. Tapi, saya juga butuh. Kan lucu
ya, kalau jadi dilema hanya karena sebatas pembatas novel? Makanya saya kepikiran untuk membuat sendiri pembatas novel sesuai dengan selera.
Sudah beberapa bulan ini, saya sudah mulai mencoba pembatas novel buatan sendiri. Dan sepertinya, tidak ada salahnya kalau saya bagi-bagi tips ke
teman-teman bagaimana caranya membuat pembatas novel buatan sendiri.
Apa saja sih yang saya butuhkan?
1. Karton Linen atau kertas Concorde
Perbedaan Karton Linen dan kertas Concorde sendiri berada
pada struktur kertasnya. Karton Linen lebih kasar dan lebih tebal dibandingkan
dengan kertas Concorde. Untuk ketebalannya, saya lebih suka menggunakan Karton
Linen, karena pembatas novelnya tidak mudah tertekuk. Tetapi kalau untuk
struktur halusnya, saya lebih suka menggunakan kertas Concorde, karena memudahkan saya untuk menggambar atau sekedar coret-coret.
Teman-teman bisa mendapatkan kedua kertas ini di
Gramedia. Tapi, kalau teman-teman sibuk dan cenderung tidak sempat pergi ke
Gramedia, teman-teman juga bisa kok memilih alternatif lain dengan menggunakan
kardus susu yang sudah tidak terpakai atau lembaran kalender meja. Karena tebal
keduanya, mendukung untuk pembatas novel.
2. Penggaris.
Dalam pembuatan pembatas kertas, penggaris termasuk
sebagai perlengkapan utama yang dibutuhkan. Fungsinya, untuk mengukur seberapa
panjang dan lebar pembatas novel yang akan kita buat. Karena besar novel yang
berbeda, lebih bagus kalau besarnya pembatas novel disesuaikan dengan besarnya
novel itu sendiri.
3. Alat Tulis.
Perlengkapan yang saya butuhkan selanjutnya adalah Alat
Tulis. Didalamnya ada pensil, pulpen, spidol, pensil warna, penghapus dll.
Fungsinya bisa teman-teman sesuaikan dengan apa yang akan teman-teman butuhkan.
4. Gunting,
Fungsinya sudah pasti untuk menggunting dan memotong.
5. Kertas-kertas Perca.
Saya sering sekali menggunting-gunting majalah bekas yang saya dapatkan dari banyak tempat. Didalamnya banyak gambar-gambar lucu, bunga,
boneka atau sekotak kecil warna-warni lucu. Tapi untuk teman-teman yang tidak
punya banyak waktu untuk menggunting-gunting majalah, teman-teman bisa
menggunakan kertas origami.
Selain kedua bahan kertas tersebut, teman-teman juga
dapat menggunakan alternatiif lain seperti tulisan tangan sendiri. Bisa tulisan
tangan untuk quotes-quotes yang menjamur di internet atau quotes-quotes yang
didapat dari novel yang dibaca teman-teman. Apalagi kalau teman-teman punya
karya puisi sendiri, dapat didokumentasikan untuk kepuasan diri sendiri, kan?
6. Lem.
Fungsinya untuk menempel kertas-kertas perca atau
bahan-bahan kreatif lain.
7. Pembolong kertas dan Pita.
Untuk perlengkapan yang terakhir ini, sebenarnya tidak
terlalu penting. Teman-teman bisa memilih untuk tidak menggunakannya. Saya menambahkan kedua perlengkapan ini, hanya untuk mempercantik bentuk pembatas
novel yang sudah jadi.
Cara pembuatan :
1. Potong Karton Linen atau kertas yang sudah disiapkan dengan ukuran 5cm x 14cm. Ukuran ini untuk ukuran novel 20cm. Untuk satu lembar Karton Linen dan kertas concorde, saya bisa dapat delapan potong dengan ukuran yang sama.
2. Mulailah berkreasi dengan gambar, kertas-kertas perca, kertas origami atau bahan-bahan yang lain. Dengan cara menempelkannya menggunakan lem yang sudah disiapkan.
3. Buat lubang pada atas pembatas novel yang sudah jadi menggunakan pembolong kertas. Lalu, ikatkan dengan pita sesuai dengan warna kesukaan teman-teman.
4. Selesai. Pembatas novel sudah bisa dipakai.
1. Potong Karton Linen atau kertas yang sudah disiapkan dengan ukuran 5cm x 14cm. Ukuran ini untuk ukuran novel 20cm. Untuk satu lembar Karton Linen dan kertas concorde, saya bisa dapat delapan potong dengan ukuran yang sama.
2. Mulailah berkreasi dengan gambar, kertas-kertas perca, kertas origami atau bahan-bahan yang lain. Dengan cara menempelkannya menggunakan lem yang sudah disiapkan.
3. Buat lubang pada atas pembatas novel yang sudah jadi menggunakan pembolong kertas. Lalu, ikatkan dengan pita sesuai dengan warna kesukaan teman-teman.
4. Selesai. Pembatas novel sudah bisa dipakai.
Berikut beberapa contoh hasil buatanku sendiri, teman-teman:
Yuhuuuuu, lembaran novel akan terhindar dari tangan-tangan jahil yang melipatnya sesuka hati. Tidak akan ada lagi alasan, pembatas novelnya tidak ada. Semoga sedikit memberi bantuan teman-teman yang mempunyai masalah yang sama seperti aku, ya. Selamat mencoba, teman-teman.
![]() |
| Contoh pembatas novel dari kertas-kertas perca. |
![]() |
| Contoh pembatas novel dari kreatifitas tangan. Saya tidak pandai menggambar. |
![]() |
| Contoh pembatas novel dari quotes. |
![]() |
| Contoh pembatas novel menggunakan karya sendiri. Sudah di posting di Instagram. |
Yuhuuuuu, lembaran novel akan terhindar dari tangan-tangan jahil yang melipatnya sesuka hati. Tidak akan ada lagi alasan, pembatas novelnya tidak ada. Semoga sedikit memberi bantuan teman-teman yang mempunyai masalah yang sama seperti aku, ya. Selamat mencoba, teman-teman.
Salam sayang dari aku, perempuan yang masih banyak belajar untuk menjadi
perempuan kreatif.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar