Judul Buku : Hujan
Pengarang : Tere Liye
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan, pertama kali : Jakarta, Januari 2016
Cetakan kedua : Januari 2016
Cover Design : Orkha Creative
Tebal : 320 Halaman, 20 cm
ISBN : 978-602-03-2478-4
Sinopsis :
Tentang Persahabatan.
Tentang Cinta.
Tentang Perpisahan.
Tentang Melupakan.
Tentang Hujan.
"Kesibukan adalah cara terbaik melupakan banyak hal,
membuat waktu melesat tanpa terasa." (Hlm 63)
Imajinasi penulis
benar-benar membuat saya terus membayangkan apa-apa yang akan
terjadi pada beberapa puluh tahun kedepan. Bagaimana kehidupan di Bumi beberapa
puluh tahun kedepan. Bagaimana kalau di Indonesia ada musim salju? Bagaimana
kalau pada akhirnya, umat manusia benar-benar punah sebelum hari kiamat
tiba? Bagaimana keadaan saya pada saat
teknologi-teknologi mutakhir menggantikan sebegitu banyaknya pekerjaan manusia?
Cerita ini
menyajikan banyak hal. Tentang cinta Lail untuk Esok. Tentang persahabatan Lail
dengan Maryam—salahsatu tokoh yang saya favoritkan. Tentang bagaimana teknologi
akan mengalahkan ambisi rakus manusia? Ketika mereka akhirnya tidak mau
mengalah dan saling merusak. Tentang bagaimana dengan perkembang-biakan yang
sangat cepat, ternyata membuat penduduk bumi bisa saja mengalami krisis air
bersih, krisis pangan dan krisis energi saat sumber energi fosil habis.
Tentang bagaimana krisis-krisis tersebut bisa saja memicu perang saudara.
Mengapa harus Maryam , tokoh yang saya
favoritkan? Karena secara garis besar, yang saya tangkap adalah Lail tidak
mungkin menjadi Lail yang sedemikian, jika ia tidak bertemu dengan Maryam.
Perempuan kurus yang memiliki rambut kribo. Saya mengagumimu, Maryam!!
Ketika membaca seluruh
peristiwa-peristiwa getir yang dilewati oleh Lail—gadis berusia 13 tahun yang sangat suka
gerimis dan hujan sejak kecil, mencambuk saya untuk menjadi
perempuan tegar dan tidak mudah menyerah. Membangunkan saya untuk tetap terus
berusaha mengejar mimpi dan cita-cita apapun yang terjadi. Malu jika saya yang
masih memiliki keluarga lengkap, menyerah pada keadaan untuk mencapai cita-cita
saya. Terimakasih banyak, Lail!!
Beberapa quotes lain yang saya favoritkan :
Kita pasti bisa menaklukkan semua masalah yang datang, sepanjang kita terus
berkerja keras, ... (Hlm 181)
Jangan jatuh cinta saat hujan. Karena ketika besok lusa kamu patah hati,
setiap kali hujan turun, kamu akan terkenang dengan kejadian menyakitkan itu.
(Hlm 200)
Kamu tahu kenapa kita mengenang banyak hal saat hujan turun? Karena
kenangan seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya.
Bagaimana kita akan menghentikannya? Bagaimana kita akan menghentikan tetes air
yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan
sendirinya. (Hlm 201)
Tidak ada kabar adalah kabar, yaitu kabar tidak ada kabar. Tidak ada
kepastian juga adalah kepastian, yaitu kepastian tidak ada kepastian.
(Hlm 227)
Hidup ini juga memang tentang menunggu. Menunggu kita untuk menyadari:
kapan kita akan berhenti menunggu. (Hlm 228)
Orang kuat itu bukan karena dia memang kuat, melainkan karena dia lapang
melepaskan... (Hlm 229)
Dalam banyak hal, kebersamaan tidak hanya dari sapa-menyapa. (Hlm 247)
Bukan seberapa lama umat manusia bisa bertahan hidup sebagai ukuran
kebahagiaan, tapi seberapa besar kemampuan mereka memeluk erat-erat semua hal
menyakitkan yang mereka alami. (Hlm 317)
Barangsiapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan, hidup
bahagia. Tapi hika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa
melupakan. (Hlm 318)
Buat teman-teman yang ingin coba-coba
membaca cerita science-fiction, kalian perlu menambahkan novel ini didalam list
novelmu.
Selamat membaca. Dan, terimakasih
banyak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar