Kamis, 29 Desember 2016

Review Buku : Hujan

Judul Buku : Hujan
Pengarang : Tere Liye
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Diterbitkan, pertama kali : Jakarta, Januari 2016
Cetakan kedua : Januari 2016
Cover Design : Orkha Creative
Tebal : 320 Halaman, 20 cm
ISBN : 978-602-03-2478-4

Sinopsis :

Tentang Persahabatan.

Tentang Cinta.

Tentang Perpisahan.

Tentang Melupakan.

Tentang Hujan.


"Kesibukan adalah cara terbaik melupakan banyak hal, membuat waktu melesat tanpa terasa." (Hlm 63)

Imajinasi penulis benar-benar membuat saya terus membayangkan apa-apa yang akan terjadi pada beberapa puluh tahun kedepan. Bagaimana kehidupan di Bumi beberapa puluh tahun kedepan. Bagaimana kalau di Indonesia ada musim salju? Bagaimana kalau pada akhirnya, umat manusia benar-benar punah sebelum hari kiamat tiba? Bagaimana keadaan saya pada saat teknologi-teknologi mutakhir menggantikan sebegitu banyaknya pekerjaan manusia?

Cerita ini menyajikan banyak hal. Tentang cinta Lail untuk Esok. Tentang persahabatan Lail dengan Maryam—salahsatu tokoh yang saya favoritkan. Tentang bagaimana teknologi akan mengalahkan ambisi rakus manusia? Ketika mereka akhirnya tidak mau mengalah dan saling merusak. Tentang bagaimana dengan perkembang-biakan yang sangat cepat, ternyata membuat penduduk bumi bisa saja mengalami krisis air bersih, krisis pangan dan krisis energi saat sumber energi fosil habis. Tentang bagaimana krisis-krisis tersebut bisa saja memicu perang saudara.

Mengapa harus Maryam , tokoh yang saya favoritkan? Karena secara garis besar, yang saya tangkap adalah Lail tidak mungkin menjadi Lail yang sedemikian, jika ia tidak bertemu dengan Maryam. Perempuan kurus yang memiliki rambut kribo. Saya mengagumimu, Maryam!!

Ketika membaca seluruh peristiwa-peristiwa getir yang dilewati oleh Lail—gadis berusia 13 tahun yang sangat suka gerimis dan hujan sejak kecil, mencambuk saya untuk menjadi perempuan tegar dan tidak mudah menyerah. Membangunkan saya untuk tetap terus berusaha mengejar mimpi dan cita-cita apapun yang terjadi. Malu jika saya yang masih memiliki keluarga lengkap, menyerah pada keadaan untuk mencapai cita-cita saya. Terimakasih banyak, Lail!!

Beberapa quotes lain yang saya favoritkan :

Kita pasti bisa menaklukkan semua masalah yang datang, sepanjang kita terus berkerja keras, ... (Hlm 181)

Jangan jatuh cinta saat hujan. Karena ketika besok lusa kamu patah hati, setiap kali hujan turun, kamu akan terkenang dengan kejadian menyakitkan itu. (Hlm 200)

Kamu tahu kenapa kita mengenang banyak hal saat hujan turun? Karena kenangan seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikannya? Bagaimana kita akan menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya.  (Hlm 201)

Tidak ada kabar adalah kabar, yaitu kabar tidak ada kabar. Tidak ada kepastian juga adalah kepastian, yaitu kepastian tidak ada kepastian.  (Hlm 227)

Hidup ini juga memang tentang menunggu. Menunggu kita untuk menyadari: kapan kita akan berhenti menunggu. (Hlm 228)

Orang kuat itu bukan karena dia memang kuat, melainkan karena dia lapang melepaskan... (Hlm 229)

Dalam banyak hal, kebersamaan tidak hanya dari sapa-menyapa. (Hlm 247)

Bukan seberapa lama umat manusia bisa bertahan hidup sebagai ukuran kebahagiaan, tapi seberapa besar kemampuan mereka memeluk erat-erat semua hal menyakitkan yang mereka alami.  (Hlm 317)

Barangsiapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan, hidup bahagia. Tapi hika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan. (Hlm 318)

Buat teman-teman yang ingin coba-coba membaca cerita science-fiction, kalian perlu menambahkan novel ini didalam list novelmu.


Selamat membaca. Dan, terimakasih banyak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar