Dengan tulisan ini, berarti aku sudah memenuhi janjiku padamu. Tadi pagi saat aku membaca pesan yang masuk ke bbm dari kamu, aku terharu. Senang kamu sudah bersedia membaca tulisan-tulisanku disini. Meski tak ada satupun cerita tentang kamu. Maka setelahnya, aku berjanji akan menulis tentang kamu, disini.
Aku bingung ingin memulainya darimana. Haruskah aku menceritakan awal perkenalan kita? Perkenalan yang membuatmu terluka karena aku. Atau, apakah aku boleh melompati kejadian itu? Lalu memulainya setelah kita sama-sama mampu berpikir dewasa? Ah sudahlah, biarkan jariku menari semaunya. Biarkan kenangan kita yang menuntun tarian jemariku.
Sejak kapan kamu mengenalku? Benar bukan bahwa kamu yang lebih dulu mengenal aku saat itu? Biar kutebak sedikit, mungkinkah kamu mulai mengenalku saat aku memintamu untuk menukar tempat dudukmu yang didepan, dengan tempat dudukku yang dibelakang? Atau sebelumnya kamu memang sudah melihatku? Ah aku percaya diri sekali ya? Bisakah kamu beritahu aku, sejak kapan kamu mengenal aku?
Kita saling mengirim pesan sejak kapan, ya? Kalau tidak salah, semenjak aku bercerita padamu bahwa aku menyukai teman sekelasmu. Benar? Pasti benar, kan? Lalu, bukannya aku dekat dengan temanmu, aku malah semakin dekat denganmu. Dengan perhatian dan kebaikan kamu, kamu membuat aku melupakan temanmu. Klise.
Tanggal Delapan, Bulan Delapan, di Tahun Dua Ribu Delapan, mungkin adalah hari kebahagiaan kamu. Kamu berhasil mendapatkan jawaban Iya dariku. Iyakan? Tapi rasanya aku tidak merasa nyaman. Atau mungkin, karena dulu aku belum bisa menerima keseriusan yang kamu kasih. Belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Sehingga akhirnya aku mengambil keputusan untuk mengakhiri semuanya, setelah hubungan kita berjalan (hanya) tiga hari. Aku tahu, pada akhirnya aku menyesali keputusanku. Maafkan aku.
Setelah kamu menjauh, aku merasa ada yang hilang saat itu. Karena tidak ada lagi yang tulus memberi kebaikannya kepadaku, seperti yang kamu berikan saat itu. Aku sengaja berbaik-baik padamu, hanya untuk merebut kembali perhatianmu. Perhatian yang saat itu, sudah kamu berikan ke perempuan lain. Tapi, setelah aku mendapatkan kesempatan untuk merasakannya lagi, semua tak seindah seperti yang di awal.
Memulai dengan sebutan Kakak-adik, aku belajar memperbaiki keadaan. Aku dekat lagi denganmu, saat itu. Tapi rasanya aneh. Hingga pada akhirnya, kita benar-benar saling menjauh satu sama lain. Kamu menemukan perempuan baru, dan begitupun aku. Kita sama-sama bahagia bukan saat itu?
Garis takdir begitu tidak bisa tertebak. Setelah lama tidak saling komunikasi, ada saja jalan yang membuat aku dan kamu akhirnya saling bertemu. Dalam pesan singkat, kita mengurai kembali kedekatan kita. Kita saling bertukar kabar, saling bercerita tentang kesibukan masing-masing. Juga saling bercerita tentang cinta yang sedang merengkuh kita.
Kamu tetap menjadi sahabatku yang paling baik sampai sekarang. Semoga akan tetap seperti itu, ya. Bahkan saat aku memberitahumu tentang dia--laki-laki yang sedang ada dihatiku--kamu turut berbahagia bersama kebahagiaanku. Katamu, semoga ini menjadi pilihan terbaik yang kupilih. Dan aku mengAmini itu. Semoga bahagia juga akan selalu mengiringi langkahmu bersama perempuanmu.
Terimakasih, untuk tanggal istimewa yang kamu beri.
Sahabatmu yang paling bebal-
iya bener sekali akulah yang terlebih dahulu melihat mu, dan hanya mengagumimu dari kejauhan, maklumlah waktu itu aku masih belum tahu bagaimana caranya berkenalan dengan perempuan sepertimu, aku tak seberani teman temanku yang begitu lihai berjabat tangan dengan siapapun waktu itu, aku lebih memilih untuk melihatmu, mangagumimu dari kejauhan saja sambil berdoa pada tuhan . .
BalasHapusternyata tuhan mempunyai caranya tersendiri untuk membuat ciptaannya bahagia, seperti aku. . tanpa aku duga, tanpa aku sadari kamulah yang memulai, kamu menegurku, menanyakan padaku apakah aku mau bertukar tempat duduk dengan mu yang berada di paling belakang sana, dan anehnya aku mengiyahkan tawaran kamu untuk bertukar tempat duduk denganmu, persis seperti apa yang kamu ceritakan dihalaman ini, disitu awal mula kita saling kenal, dan disitu awal aku juga mengetahui siapa kamu. .
senang, sudah pasti karna kamu masih ingat awal kita kenal dulu, padahal kejadian itu sudah berlalu sekitar 6-7tahun yang lalu, . jadi ingin flasback kejaman itu, jaman dimana aku menemukan wanita yang menjadi pacar pertamaku, waktu dimana aku pun mendapatkan pelajaran sangat berharga, pelajaran bahwa setiap perkenalan pasti akan ada perpisahan, pelajaran bahwa kalau kita sudah siap mengenal cinta, berarti kita siap untuk terluka, atau merasakan pahitnya. . heheh maaf jadi kebawa suasana begini :)
aku jadi inget satu kejadian yang aku sendiri gak tau kenpa aku sampai begitu khawatirnya, dan begitu resahnya, saat kamu bercerita bahwa kamu abis di marahin habis habisan sama ayahmu karna kamu ketahuan pacaran,
yang bikin aku makin resah kamu ditelpon bilang kamu kamu ingin dipindahkan kesekolah lain.
fikiran ku kacau gak tau apa yang harus aku lakukan di usiaku yang waktu itu belum cukup dewasa untuk berfikir bagaimana mengatasi ini semua, keesokan harinya aku terus masih terganggu sama kata katamu semalam, gelisah ku gak bisa aku tutupin, aku terus sana mencarimu dang ingin menanyakan bagaimana keadaan mu saat itu. . huff maaf jadi bener bener flasback tuhka heheh, kamu masih inget kejadian itu.? :)
oya aku ingin tanyakan satu benda yang dulu mencari ciri mu, masihkah kau simpan tali handphone berwarna merah, kuning, hijau itu, yang sering kau kalungkan saat itu.??
makasihnya untuk tulisan masalalu itu,
08-08-2008 waktu yang tak bisa di ulang,tak bisa diganti , namun semua cerita serta kenangan ini akan tersimpan rapih di tempatnya sendiri.
makasih untuk cerita lalu yang sangat berkesan.:)
dari yang selalu salah menyebutkan nama belakangmu. heheh
Whoa, orang yang bersangkutan muncul. Terimakasih sudah membaca tulisan aneh dari blog orang aneh, hehe.
BalasHapus7 Tahun? Wah udah lama yaa, haha. Berarti ingatanku masih kuat. Maaf sudah membuat kacau keadaan yang mulanya baik-baik saja. Anggap saja, ini cara Tuhan untuk mendewasakan kita. Toh, pada akhirnya kita sama-sama menemukan kebahagian lain.
Maaf (lagi), tali handphone nya udah nggak ada. Maaf untuk tidak bisa menyimpan amanah.
Semoga nggak akan salah lagi memanggil nama belakangku..^^
iya aku hadir sebenernya udh sering aku mampir kekotak duniamu ini, heheh. . sama sama, loh ko tulisan aneh.? berarti orang yg jadi bahan tulisan ini lebih aneh dong.?
BalasHapusyuap 7 tahun, gak berasa ya, kayanya baru kemarin aku baru mengenalmu, menyapamu, heheh iya cukup kuat untuk mengingat semua itu. . heheh
bukan kamu ko yg membuat keadaan itu kacau, tapi aku yg memulai, dan tuhan yg ikut andil, itu semua hanya untuk membuat kita lebih dewasa.
kita.? emm, sepertinya hanya kamu deh yg menemukan kebahagiaan mu, kebahagiaan yg kau temukan dalam pilihan hatimu. .
aku hanya bisa turut berdoa untuk kebahagiaanmu, semoga kali ini kamu gak salah pilih, seperti dulu kamu salah memilihku. hehehh, dan semoga tuhan ikut memberikan restu pada pilihan hatimu. aminnn aminnn.
maaf mulu kaya lebaran aja. .heheh, . iya gpp ko, bendanya mungkin bisa hilang, tapi kenangan kenanganya akan tetap ada disini #nunjukhati. :)
heheh, smpai skrangpun aku masih suka salah menyebut nama belakangmu. maaf
Waaah, kamu silent reader ternyata haha. Terimakasih banyaaak :)
BalasHapusIya, ini jalan Tuhan untuk menguatkan kita, haha...
Terimakasih untuk doanya. Aku ingin mengAminkan segala doa-doa baik darimu. Semoga tidak akan putus-nyambung-putus-dan-nyambung lagi ^^,
Semoga kamu lekas mendapatkan tambatan hati yang membuatmu bahagia. Amin.
hahah, kamu masih persis sama ya sprti awal aku kenal, kamu masih dengan PD yg level ya melebihi dewa hahahh. .
BalasHapusiya, dan ini jalan tuhan untuk membuat hambanya bahagia. heheh
iya sama-sama, terima kasih juga untuk segala kebaikan dari mu.
sudah cukuplah kamu menikmati putus nyambung sebuah hubungan, sekarang saatnya kamu bahagia dengan pilihan terbaikmu, saatnya kamu mencari siapa imam mu nanti. . :)
aminnn. , kita bahagia ya, sampai nanti anak-anak kita masing-masing saling sapa di satu sekolah, persis sperti kita. . heheh
Percaya diri itu harus ada. Karena sukses itu butuh percaya diri.
BalasHapusAmin amin amin yaa Rabbal Alamiiin.
Terimakasih doa-doa baiknya.
Semoga semua hal baik juga merengkuhmu. Amin.
iya, sepertinya aku harus banyak belajar dari kamu tntang rasa PD yg begtu tinggi. heheh
BalasHapussama-sama. . terima kasih juga untuk semua hal yg kamu berikan padaku.
aminnn aminnn ya rabb ku.