Rabu, 04 Maret 2015

Pria Berkacamata; Kamu

Kakak tau kenapa aku beri judul tulisan ini, seperti itu? Ya benar, tentu saja karena kakak pakai kacamata. Kita samaan ya kak, sama-sama pakai kacamata. Juga sama-sama hobby baca. Aku masih inget loh kak, sampai sekarang kakak belum kesampaian minjem novel punyaku. Karena terakhir ketemu, adalah setahun yang lalu. Mari kak kita atur waktu lagi untuk ketemu.

Kakak masih ingat tidak perkenalan awal kita? Simple bukan? Saling chat di facebook. Lalu aku tahu bahwa kita sama-sama lulusan dari gedung biru. Kakak yang pada saat itu sudah masuk ke dunia kerja, sering kali menasehati aku. Memberi banyak masukan yang baik. Dan, aku amat bersyukur saat itu. Bersyukur bahwa ternyata masih ada orang baik seperti kakak, yang mau repot-repot nasehatin oranglain, orang yang belum lama kakak kenal.

Setelah aku lulus dan mulai bekerja. Aku banyak sekali mengeluh padamu. Seringkali aku luapkan kemarahanku, padamu. Harusnya bisa saja kakak memarahiku. Mengatakan sesuatu hal yang bisa menamparku telak. Tetapi, bukan itu yang kakak lakukan, kakak justru memberikan senyum dan nasehat yang pada akhirnya membuat aku tenang.

Ingat tidak kak, saat untuk pertama kalinya kita memutuskan untuk bertemu? Saat itu kakak yang datang lebih awal, menunggu aku di luar gedung bioskop. Lalu baru setelah aku mengirimi pesan ke ponselmu, kita saling sapa. Dengan memakai baju jersey chelsea (ini kalau nggak salah ya, kak. Aku lupa kamu pakai baju apa waktu itu.) kamu kelihatan kecil sekali kak, badanmu kurus. Tapi, senyum itu membuat kamu terlihat gagah, terlihat seperti kakak yang bisa mengayomi adiknya.

Kakak baik sekali, traktir aku nonton bioskop. Lalu setelah film selesai di putar, kakak menawarkan untuk mengantarkan aku pulang. Tapi aku yang waktu itu masih canggung, menolak tawaran baikmu. Maaf yaa, kak.

Kak, udah lama ya aku nggak curhat sama kakak, padahal dulu setiap hari pasti ada aja yang dicurhatin ke kakak. Terimakasih kak, sudah berkenan mengeenal aku. Aku yang sering membuat ulah. Sering membuat luka dengan ucapan-ucapanku. Juga membuat luka karena tingkah kekanak-kanakanku.

Terimakasih sering memberiku arahan-arahan yang baik. Selalu support semua kegiatanku. Selalu dan selalu memantau aku dan kuliahku. Selalu menyemangati proses belajarku. Dan terimakasih terimakasih lainnya untuk semua kebaikanmu. Semoga kakak selalu dilimpahkan kebahagiaan yang tanpa putus ya. Semoga semua yang kakak harapkan, lekas dikabulkanNya. Amin.

Perempuan yang senang berceloteh,
Dari balik novel yang dibacanya :) 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar