Jumat, 26 Desember 2014

Untuk kamu; yang kupanggil Uyut

Moy....

Aku mulai terbiasa dengan panggilan itu, panggilan sederhana dari orang yang tak sederhana. Aku mulai terbiasa bercerita panjang kali lebar padamu. Aku mulai terbiasa merasa kehilangan saat chat mu tak mengganggu hari-hariku yang penat. Aku mulai terbiasa bersahabat denganmu. Dan, aku sudah terbiasa ada kamu.

Jakarta-Surabaya. Jarak yang hanya sejengkal di peta. Tapi, faktanya jarak itu bagiku sangatlah jauh. Kita tidak pernah sekalipun berjumpa. Dari pertama kali perkenalan kita--yang entah sejak kapan mulai saling mengenal. Kita hanya saling mengenal via chat, mengenal bentuk wajah via foto di kontak masing-masing, mengenal kesibukan masing-masing via sosial media--meski begitu, semua terasa nyata.

Ya, semua terasa nyata. Senyata sayang yang telah ada untukmu, sahabat. Banyak kata-kata yang menemani hari-hari kita. Tapi semoga saja perkenalan kita yang berakhir dengan sebuah nama sahabat ini, bukan hanya sebuah kata-kata tanpa makna.


Terkadang aku sering lupa, pada cerita-cerita yang kamu lahirkan. Tetapi, aku tidak pernah lupa, tentang kamu. Terkadang aku sering menghilang, pada chat-chat yang kamu kirimkan. Tetapi, kamu tidak pernah hilang, dari hidupku. Terkadang aku sering membuatmu kesal, pada jawaban-jawaban yang kuciptakan. Tetapi, kamu selalu saja bilang "Aku sudah paham kamu."

Berapa kali hey, kita merencanakan berjumpa? Menempuh Jakarta-Surabaya atau Surabaya-Jakarta. Tapi setelah dua tahun perkenalan kita, tidak ada satu rencanapun yang dapat kita realisasikan. Lucu ya? Selucu tawa cempreng kita.

Menulis tentangmu, tidak akan pernah habis, yut. Sebab kamu selalu seperti baru di persahabatan kita. Kamu selalu punya hal baru di setiap harinya. Dan-aku-berterimakasih-akan-itu.

Yut, sepertinya kita harus banyak-banyak berterimakasih pada Dunia itu. Dunia yang pada akhirnya menemukan kita. Menemukan persahabatan kita. Adilkah sebuah kata terimakasih itu dengan persahabatan indah yang sekarang kita miliki ini?

Selamat bersibuk-sibuk ria untuk satu setengah bulan kedepan yaa. Semoga prakteknya lancar. Semoga cepat menjadi suster cantik yang (lemah) lembut. Semoga kamu menemukan titik kebahagian di kesibukanmu yang mendatang. Dan tentunya, semoga persahabatan kita tidak akan pernah berakhir dengan sibuk yang memeluk kita. Karena kamu pasti paham, bagaimana kita akan sama-sama sibuk beberapa minggu kedepan. Doa ini selalu ada, yut.

Aku;
yang sering kamu panggil,
Moyang.

2 komentar:

  1. Wah jadi pengen kenal sama si uyut nih kak :)

    BalasHapus
  2. Kamu harus jadi perempuan cempreng dulu kalo mau kenalan sama Mba Uyut, haha dan jangan takut untuk di suntik. Soalnya Uyut ini suster gila. Nanti kamu di 'njuss' hahahaha =))

    BalasHapus